TANGERANG, Baratv.id — Sikap peduli ditunjukkan oleh Lurah Pakuhaji, Muhamad Sanusi, saat membantu membangun rumah untuk warga bernama Ibu Icoh menggunakan dana pribadi. Kondisi Ibu Icoh sebelumnya memprihatinkan — ia bersama dua anaknya harus tinggal hampir satu bulan di sebuah gubuk darurat dan bahkan sempat menumpang di rumah tetangga karena tidak memiliki tempat tinggal layak.
Pembangunan rumah tersebut turut mendapat pendampingan dari anggota Babinsa TNI, Oji, serta diawasi langsung oleh Lurah Sanusi dari tahap awal hingga progres saat ini. Dalam kesehariannya, Ibu Icoh mengandalkan usaha menjual gorengan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Ketua RT 06/02, Yadi, yang pertama melaporkan kondisi keluarga tersebut mengatakan pembangunan dilakukan tanpa dana pemerintah karena lahan yang digunakan masih tercatat milik saudara Ibu Icoh.
Harapan Lurah Pakuhaji
Saat ditemui di lokasi, Lurah Muhamad Sanusi menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bentuk tanggung jawab moral dan kemanusiaan terhadap warganya.
“Alhamdulillah tinggal pemasangan jendela dan pelur bawah. Meski sederhana, yang penting layak dihuni dan tidak lagi tidur di gubuk terbuka,” ujarnya.
Sanusi berharap pembangunan berjalan lancar dan dapat segera ditempati oleh keluarga yang dibantu.
“Semoga proses berjalan baik, Ibu Icoh bisa tinggal lebih nyaman, dan semua yang terlibat dalam pembangunan ini diberi kesehatan serta kemudahan.”
FWJI Aspirasi Pejabat Publik yang mempunyai Hati Nurani kepada Masyarakat nya
Aksi tulus ini mendapat apresiasi dari Forum Wartawan Jaya Indonesia (FWJI) Korwil Kabupaten Tangerang.
“Ini bukti bahwa pemerintah benar-benar hadir untuk rakyat. Apa yang dilakukan Lurah Pakuhaji adalah bentuk keteladanan dan kepedulian yang jarang ditemui. Kami dari FWJ Indonesia sangat mengapresiasi langkah ini dan berharap dapat menjadi inspirasi bagi wilayah lain,” ujarnya.
Aris menegaskan bahwa nilai kemanusiaan tindakan tersebut semakin kuat karena dilakukan tanpa menggunakan anggaran pemerintah.
“Beliau turun langsung dan membangun dengan dana pribadi. Ini luar biasa dan menunjukkan ketulusan niat untuk membantu, bukan sekadar formalitas atau karena anggaran,” tambahnya.
“Semoga beliau selalu diberi kesehatan dan setiap kebaikan ini tercatat sebagai amal salih. Kami berharap budaya kepedulian seperti ini bisa menjadi contoh bagi pejabat lainnya.”



















