TANGERANG, Baratv.id – Kekeringan yang melanda sejumlah wilayah tidak membuat pelayanan air bersih berhenti. PERUMDAM TKR (Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Kerta Raharja) Kabupaten Tangerang menyiagakan armada mobil tangki untuk memasok air bersih ke masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air.

Lebih dari lima unit mobil tangki dengan kapasitas sekitar 5.000 liter disiapkan di sejumlah Instalasi Pengolahan Air (IPA) yang lokasinya dekat dengan wilayah terdampak. Penempatan armada di IPA terdekat dilakukan agar pengiriman air dapat dilakukan lebih cepat ketika ada permintaan dari masyarakat.

Hingga Senin, 7 September 2026, distribusi air bersih telah dilakukan ke sejumlah wilayah, di antaranya Tigaraksa, Teluknaga, Mauk, Kresek, Kronjo, dan Serpong. Bantuan juga dikirim ke wilayah Curug dan Pakuhaji, termasuk lokasi yang berada di luar cakupan pelayanan PERUMDAM TKR.

Penyaluran tersebut dilakukan untuk menjawab kebutuhan dasar warga yang terdampak kekeringan. Bagi PERUMDAM TKR, mobil tangki menjadi salah satu jalur pelayanan ketika kondisi sumber air baku membuat produksi dan distribusi air perpipaan tidak dapat berjalan secara optimal.

Debit Sungai Menurun

Persoalan utama yang dihadapi selama musim kemarau adalah menurunnya debit sejumlah sungai yang menjadi sumber air baku. Kondisi itu terjadi antara lain pada Sungai Cisadane, Sungai Cidurian, dan Sungai Cimanceuri.

Penurunan debit air baku berpengaruh terhadap proses produksi. Ketersediaan air yang masuk ke instalasi pengolahan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kapasitas pelayanan kepada pelanggan.

Di tengah kondisi tersebut, PERUMDAM TKR memilih tetap menjalankan pelayanan dengan menyesuaikan pola distribusi. Mobil tangki digunakan untuk membantu wilayah yang mengalami kekurangan suplai, terutama ketika kebutuhan warga tidak dapat sepenuhnya dipenuhi melalui jaringan perpipaan.

Direktur Utama PERUMDAM TKR mengatakan pihaknya terus memantau kondisi sumber air baku sekaligus menyiapkan langkah penanganan di wilayah yang terdampak.

“Kami tetap berkomitmen memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat melalui optimalisasi produksi, termasuk penyiagaan mobil tangki di wilayah terdampak. Setiap hari kami pantau kondisi di lapangan. Kami juga berkoordinasi dengan FORKOPIMDA Kabupaten Tangerang untuk penanganan daerah-daerah yang membutuhkan bantuan air bersih selama kekeringan berlangsung,” ujarnya.

Kabupaten Tangerang Masuk Kategori Awas

Kondisi kekeringan di wilayah Tangerang juga mendapat perhatian dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Berdasarkan informasi BMKG, puncak musim kemarau 2026 diprediksi terjadi pada Agustus dan di sebagian wilayah masih berlanjut hingga September.

Dalam Peringatan Dini Kekeringan Meteorologis BMKG Dasarian I September 2026, Kabupaten Tangerang masuk dalam kategori “Awas” kekeringan meteorologis.

Kondisi tersebut membuat kebutuhan air bersih berpotensi tetap tinggi selama kemarau berlangsung. Karena itu, distribusi menggunakan mobil tangki menjadi salah satu langkah yang dilakukan untuk menjaga akses masyarakat terhadap air bersih di wilayah yang mengalami keterbatasan pasokan.

PERUMDAM TKR menyatakan pemantauan terhadap sumber air baku dan kondisi wilayah terdampak akan terus dilakukan. Armada tangki air bersih juga tetap disiagakan sebagai bagian dari penanganan kekeringan dan upaya mempertahankan pelayanan kepada masyarakat.

(Red)