LEBAK, Baratv.id — Pemerintah Kabupaten Lebak, Provinsi Banten masih menghadapi masalah besar dalam hal perumahan, yaitu backlog perumahan yang mencapai 132 ribu unit.
Berdasarkan data Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPRKPP) Kabupaten Lebak, dari total 498 ribu kepala keluarga, baru 366 ribu unit rumah yang tersedia.
Kondisi ini disebabkan oleh ketimpangan antara jumlah unit rumah yang tersedia dengan jumlah kepala keluarga (KK) yang terus meningkat.
Kepala DPRKPP Lebak, Lingga Segara, menjelaskan bahwa kondisi backlog ini dinamis dan terus berubah mengikuti pertumbuhan penduduk.
“Seiring pertambahan penduduk, otomatis jumlah kepala keluarga juga meningkat. Maka data backlog pun ikut berubah,” kata Lingga, Selasa (07/10/2025).
Pemerintah Kabupaten Lebak berupaya menekan angka backlog dengan berbagai program bantuan rumah, seperti bedah rumah, pembangunan rumah subsidi, hingga kolaborasi dengan pengembang swasta.
Selain itu, terdapat juga 24 ribu unit rumah dalam kondisi rusak berat yang memerlukan penanganan segera.
Lingga menambahkan bahwa peran semua pihak, termasuk dukungan dari legislatif dan kementerian, sangat dibutuhkan untuk menyelesaikan persoalan perumahan ini secara bertahap.
“Kami juga dorong masyarakat agar memanfaatkan program rumah bersubsidi dari pemerintah pusat dan daerah,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Perumahan dan Permukiman DPRKPP Lebak, Helmi, menyatakan bahwa target jangka menengahnya adalah mengurangi backlog secara signifikan dalam lima tahun ke depan.
“Data yang kami pegang saat ini menunjukkan peningkatan yang cukup tajam dibandingkan beberapa tahun lalu. Ini menandakan bahwa penyediaan rumah perlu dipercepat, termasuk program pembangunan rumah layak huni dan intervensi terhadap rumah rusak berat,” terangnya.
(Sopian Sauri)



















