TANGERANG, Baratv.id — Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Latihan Kerja pada Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tangerang resmi menutup kegiatan
Pelatihan Berbasis Masyarakat (PBM) Kejuruan Kuliner Tahun Anggaran 2025 yang digelar di Desa Sukamanah, Kecamatan Rajeg.
Pelatihan yang berlangsung selama 10 hari ini diikuti oleh 16 peserta masyarakat Desa Sukamanah dengan fokus pembelajaran pada
pembuatan kue basah dan kue kering. Program ini merupakan wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam meningkatkan keterampilan
dan kemandirian ekonomi masyarakat melalui pelatihan berbasis masyarakat (PBM).
Acara penutupan dihadiri oleh Suhemi, Staf UPTD Latihan Kerja Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tangerang,
mewakili Kepala UPTD Latihan Kerja, Bambang Dwi Purwanto, S.E., M.Si, serta para perwakilan aparatur desa setempat.
Dalam sambutannya, Suhemi menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah mengikuti kegiatan dengan semangat tinggi.
“Kami sangat mengapresiasi antusiasme peserta yang berkomitmen mengikuti pelatihan dari awal hingga akhir.
Harapannya, keterampilan yang diperoleh dapat menjadi bekal untuk membuka usaha mandiri di bidang kuliner,
terutama pembuatan kue basah dan kue kering yang memiliki pasar luas,” ujar Suhemi.
Ia menambahkan, UPTD Latihan Kerja terus berupaya menghadirkan program pelatihan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat
sekaligus membuka peluang usaha baru di tingkat desa.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tangerang, Rudi Lesmana, menegaskan bahwa kegiatan pelatihan berbasis kompetensi
merupakan bagian dari strategi Disnaker untuk mencetak tenaga kerja terampil, produktif, dan adaptif terhadap perubahan dunia kerja.
“Program Pelatihan Berbasis Masyarakat (PBM) tidak hanya bertujuan mencetak tenaga siap kerja,
tetapi juga mendorong tumbuhnya wirausaha baru di masyarakat.
Dengan keterampilan yang diperoleh, diharapkan peserta mampu mandiri dan turut menggerakkan ekonomi lokal,” ungkap Rudi.
Para peserta mengaku mendapatkan banyak manfaat, mulai dari keterampilan teknis dalam membuat berbagai jenis kue,
hingga pengetahuan tentang pengemasan dan pemasaran produk kuliner.
Dengan ditutupnya kegiatan ini, para peserta kini siap mengembangkan usaha di bidang kuliner secara mandiri,
sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menciptakan masyarakat yang produktif dan berdaya saing.
(*/Ftp)






