SEKAYU, Baratv.id – Penguatan kualitas program dan validitas data menjadi fokus utama Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Musi Banyuasin menjelang pelaksanaan Lomba PKK Tingkat Kabupaten dan Provinsi Tahun 2026. Hal tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi (Rakor) yang digelar di Rumah Cinta Sekate, Rabu (11/03/2026).
Kegiatan yang dipimpin oleh Ketua TP PKK Kabupaten Musi Banyuasin Hj. Patimah Toha ini tidak hanya membahas kesiapan teknis lomba, tetapi juga dirangkaikan dengan kegiatan berbagi takjil serta buka puasa bersama sebagai momentum mempererat silaturahmi antar pengurus di bulan suci Ramadhan.
Rakor tersebut dihadiri sejumlah pejabat dan pengurus organisasi, di antaranya Staf Ahli TP PKK Muba Liliyani A. Rohman, Nurhasanah, Zulkurniawan, dan Rodiah, serta perwakilan dinas terkait dan jajaran pengurus TP PKK tingkat kecamatan di wilayah Kabupaten Musi Banyuasin.
Dalam arahannya, Rodiah selaku Staf Ahli TP PKK yang mewakili pimpinan rapat menekankan pentingnya sinergi antar sektor untuk mempertahankan capaian dan prestasi PKK di tingkat daerah maupun provinsi.
Menurutnya, kesiapan administrasi dan kondisi lapangan harus berjalan seiring, terutama pada dua kategori penilaian utama yakni 10 Program Pokok PKK serta kinerja Kader Dasawisma.
“Validitas profil desa dan video kegiatan harus benar-benar menggambarkan kondisi riil di lapangan. Tim kabupaten akan melakukan pengecekan langsung setelah Lebaran,” ujar Rodiah dalam rapat tersebut.
Ia juga meminta sejumlah kecamatan seperti Keluang, Babat Toman, Sekayu, Sungai Keruh, dan Sungai Lilin segera melakukan perbaikan teknis terhadap data maupun dokumentasi kegiatan yang akan menjadi bahan penilaian lomba.
Transformasi Posyandu dan Penguatan Program Pokja
Salah satu pembahasan penting dalam rapat tersebut adalah transformasi Posyandu yang dipaparkan oleh Salim selaku Kepala Bidang Pokja IV TP PKK. Ia menjelaskan bahwa berdasarkan Permendagri Nomor 13 Tahun 2024, Posyandu kini resmi menjadi Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD) yang memberikan pelayanan sepanjang siklus hidup masyarakat.
Dalam skema baru tersebut, Posyandu tidak hanya fokus pada layanan kesehatan balita, tetapi juga mencakup enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang meliputi bidang kesehatan, pendidikan, hingga sosial.
“Kader Posyandu kini dituntut memiliki minimal 25 keterampilan dasar untuk mendeteksi berbagai persoalan sosial masyarakat, mulai dari anak putus sekolah hingga kondisi rumah tidak layak huni,” jelas Salim.
Selain pembahasan Posyandu, masing-masing kelompok kerja (Pokja) juga memaparkan program unggulan yang akan menjadi fokus kegiatan PKK sepanjang tahun 2026.
Dahlia selaku Ketua Bidang Pokja I memaparkan pengembangan program Rumah Cinta sebagai model pelayanan keluarga terpadu, sekaligus sosialisasi program JUPITER yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap dampak judi online dan pinjaman online.
Sementara itu, Susrianti selaku Ketua Pokja II tengah menyiapkan nominasi program Gelari Pelangi di beberapa desa seperti Desa Toman, Bukit Jaya, dan Ulak Paceh, sekaligus mempersiapkan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) PKK Provinsi dengan target menghadirkan produk UP2K PKK yang memiliki daya saing dan kualitas unggulan.
Di sektor pemberdayaan lingkungan dan pangan keluarga, Supa Miana selaku Ketua Pokja III mengembangkan program Ketapangmas melalui gerakan Aku Hatinya PKK. Program tersebut juga diintegrasikan dengan pemanfaatan Kain Gambo sebagai identitas budaya lokal yang memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat.
Sedangkan Salim selaku Ketua Pokja IV menegaskan komitmennya untuk memperkuat program Keluarga Sehat Tanggap Tangguh Bencana, termasuk persiapan menghadapi penilaian Lomba IVA Test serta Desa Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Menutup rapat, pimpinan rapat menginstruksikan penerapan sistem “satu lokus” dalam pelaksanaan penilaian lomba guna meningkatkan efisiensi koordinasi di lapangan.
Selain itu, para camat diminta menyerahkan data desa yang benar-benar memiliki permasalahan riil untuk menjadi prioritas pembinaan PKK selama tiga tahun ke depan, bukan hanya desa yang telah memiliki prestasi.
Kegiatan kemudian ditutup dengan suasana kebersamaan melalui pembagian takjil dan buka puasa bersama. Dalam kesempatan tersebut, Ketua TP PKK Kabupaten Musi Banyuasin Hj. Patimah Toha menegaskan pentingnya momentum Ramadhan sebagai sarana mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat kepedulian sosial.
Ia berharap sinergi antara pengurus TP PKK Kabupaten dan Kecamatan semakin solid sehingga pelaksanaan 10 Program Pokok PKK dapat berjalan optimal demi mewujudkan keluarga yang sehat, sejahtera, dan mandiri di Kabupaten Musi Banyuasin.



















