TANGERANG, Baratv.id — Reses Ke-1 DPRD Kota Tangerang dari Fraksi Partai Amanat Nasional berjalan lancar.
Kegiatan ini dilaksanakan di rumah orang tua Anggota Dewan Komisi II DPRD Kota Tangerang,
M. Azka Nur Fauzi, di Kecamatan Pinang – Cipondoh, Dapil III, pada 14 Oktober 2025.
Reses adalah waktu khusus dalam agenda kerja anggota DPRD yang digunakan untuk mengunjungi daerah pemilihan (dapil) masing-masing.
Kegiatan ini biasanya dilakukan di luar masa sidang dan bertujuan untuk mendengar langsung keluhan serta usulan dari masyarakat.
Kegiatan reses (menyerap aspirasi masyarakat) yang digelar oleh M. Azka Nur Fauzi ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat,
mulai dari tokoh masyarakat, pengurus RW, warga setempat, hingga awak media.
Dalam suasana akrab dan penuh kebersamaan, acara dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya,
dilanjutkan dengan sesi tanya jawab bersama masyarakat.
“Kebahagiaan saya adalah bisa duduk bersama dengan warga, terutama terkait permasalahan yang ada di daerah Pinang
atau kebutuhan yang bisa membangun Kecamatan Pinang – Cipondoh. Itu yang membuat saya merasa puas dan senang,”
ungkap M. Azka Nur Fauzi.
M. Azka Nur Fauzi juga menegaskan komitmennya untuk terus menyerap dan memperjuangkan aspirasi masyarakat.
“Reses ini adalah momen penting untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat di Kecamatan Pinang – Cipondoh.
Saya akan fokus merealisasikan aspirasi yang telah disampaikan oleh masyarakat, terutama dalam mengatasi banjir
di lingkungan Kecamatan Pinang – Cipondoh, karena itu adalah hal pokok utama untuk reses hari ini,” tegasnya.
Menurutnya, perlu adanya beberapa tindakan nyata untuk mengurangi risiko banjir. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:
- Membuat sumur resapan air bila memungkinkan.
- Menanam lebih banyak pohon besar.
- Membangun sistem peringatan dini banjir.
- Melakukan pembersihan saluran air secara berkala.
- Memindahkan tempat hunian ke daerah bebas banjir dan tidak membangun hunian di bantaran sungai.
- Bekerjasama dengan masyarakat di luar daerah banjir untuk menjaga daerah resapan air.
“Karena hal-hal tersebut dapat dilakukan untuk mengurangi risiko bencana banjir,” tutupnya.
(Lulu Zaerina)



















