TANGERANG, Baratv.id — Program Pelatihan Berbasis Masyarakat (PBM) bidang Tatarias yang digelar Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Tangerang resmi berakhir di Desa Panongan, Kecamatan Panongan. Kegiatan penutupan menandai selesainya pelatihan selama sepuluh hari dengan total 80 jam pelajaran yang diikuti 16 peserta dari masyarakat setempat.

Penutupan berlangsung secara sederhana namun penuh makna. Mahsuni, S.Kom, Instruktur Ahli Pertama UPTD Latihan Kerja, hadir mewakili Kepala UPTD Latihan Kerja, Bambang Dwi Purwanto, untuk memberikan sambutan.

“Program pelatihan ini merupakan wujud nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam meningkatkan kompetensi dan daya saing masyarakat, khususnya di bidang keterampilan kerja. Kami berharap ilmu yang didapat dapat diterapkan dan menjadi peluang usaha baru di lingkungan masing-masing.”

Sri Endah, instruktur Tatarias, menilai peserta menunjukkan kemajuan selama pelatihan. Menurutnya, antusiasme dan kreativitas peserta menjadi modal penting untuk membangun kemandirian ekonomi.

“Selama sepuluh hari pelatihan, para peserta menunjukkan kemauan belajar yang tinggi dan kreativitas yang luar biasa. Kami berharap setelah kegiatan ini, mereka mampu mengembangkan keterampilan ini menjadi usaha produktif yang bisa menambah penghasilan.”

Salah satu peserta, Erina Agustin, menyampaikan rasa terima kasih atas kesempatan yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang.

“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak H. Moch. Maesyal Rasyid selaku Bupati Kabupaten Tangerang, Bapak Rudi Lesmana Kepala Dinas Tenaga Kerja, dan Bapak Bambang Dwi Purwanto Kepala UPTD Latihan Kerja yang telah memberikan pelatihan ini. Semoga kegiatan seperti ini terus dilaksanakan agar masyarakat desa semakin mandiri.”

Program PBM Tatarias ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Disnaker Kabupaten Tangerang dalam memberdayakan masyarakat melalui pelatihan langsung di desa. Diharapkan, pelatihan semacam ini tidak hanya meningkatkan keterampilan, tetapi juga membuka peluang usaha bagi peserta di lingkungan masing-masing.

Bagian yang harus dibeliin (perlengkapan pelatihan)
  • Set kuas make-up lengkap (foundation brush, blush brush, eyeshadow brushes)
  • Palette foundation dan concealer
  • Bedak tabur dan padat
  • Palet eyeshadow dasar (netral dan warna)
  • Maskara, eyeliner, dan pensil alis
  • Blush on, bronzer, dan highlighter
  • Set spons dan aplikator
  • Make-up remover dan kapas
  • Mirror portable dan meja rias sederhana
  • Perlengkapan kebersihan: tissue, antiseptik, lap bersih
  • Bahan habis pakai untuk latihan: tisu wajah, kapas, cotton bud

Daftar di atas bisa dipakai sebagai panduan belanja untuk mendukung keberlanjutan praktik peserta setelah pelatihan. Barang-barang tersebut bersifat dasar dan bisa disesuaikan dengan anggaran serta target pasar peserta (mis. rias pengantin, rias acara, atau rias harian).

(Aris)