MUBA, Baratv.id— Suasana religius dan khidmat menyelimuti halaman Pondok Pesantren Roudhotul Ulum Al-Bakhar, Desa Cinta Karya (C3), Kecamatan Plakat Tinggi, Kabupaten Musi Banyuasin, Selasa (10/2/2026). Momentum Hari Lahir (Harlah) ke-12 pesantren tersebut dirangkaikan dengan Pengajian Akbar, Haflah Akhirussanah, serta Khotmil Qur’an Angkatan ke-10, yang dihadiri ratusan santri, wali santri, dan tokoh masyarakat.
Acara ini turut dihadiri Wakil Bupati Musi Banyuasin (Muba) Kyai Abdur Rohman Husen bersama Staf Ahli TP PKK Muba Lili Rohman. Hadir pula perwakilan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, yakni Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Provinsi Sumsel Dr Drs H Sunarto MSi yang mewakili Gubernur Sumatera Selatan Dr H Herman Deru.
Sejumlah pejabat dan tokoh agama tampak mengikuti rangkaian kegiatan, di antaranya Kabag Kesra Setda Muba H Opi Palopi MA, Camat Plakat Tinggi Rudi, Dewan Pengawas FORPES Muba Kyai Cecep Sihabudin Rahman, serta Pimpinan Ponpes Roudhotul Ulum Al-Bakhar Kyai Ali Musrifin Arrosyad, bersama para kepala desa se-Kecamatan Plakat Tinggi.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Muba Kyai Abdur Rohman Husen menyampaikan apresiasi atas keberhasilan para santri dan santriwati yang telah menyelesaikan Khotmil Qur’an Angkatan ke-10. Ia menilai capaian tersebut sebagai wujud komitmen pesantren dalam mencetak generasi berakhlak mulia.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin, saya mengucapkan selamat kepada para santri yang telah menuntaskan Khotmil Qur’an. Ini bukan hanya prestasi akademik, tetapi juga bekal moral dan spiritual dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.
Pada peringatan Harlah ke-12 Ponpes Roudhotul Ulum Al-Bakhar, Wabup Muba juga berharap pesantren terus tumbuh menjadi pusat pendidikan Islam yang adaptif terhadap tantangan zaman, tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.
“Semoga pondok pesantren ini semakin maju, istiqamah dalam mendidik generasi yang berilmu, beriman, dan berakhlakul karimah, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi daerah, bangsa, dan negara,” tuturnya.
Menurut Wabup, keberadaan pondok pesantren memiliki peran strategis sebagai benteng moral di tengah arus globalisasi. Pemerintah daerah, kata dia, berkomitmen menjadikan pesantren sebagai mitra penting dalam pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas.
“Pesantren adalah penjaga nilai-nilai luhur. Sinergi antara ulama, umara, dan umat harus terus diperkuat demi terciptanya masyarakat yang religius dan berkarakter,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Biro Kesra Provinsi Sumatera Selatan Dr Drs H Sunarto MSi menyampaikan bahwa Pemprov Sumsel terus memberikan perhatian terhadap pengembangan pondok pesantren. Ia mengungkapkan, sejak 2024 pemerintah provinsi telah menyalurkan bantuan operasional kepada pesantren di Sumatera Selatan.
“Pada 2024 bantuan sebesar Rp15 juta, tahun 2025 Rp20 juta, dan tahun 2026 Rp10 juta. Meski nilainya menyesuaikan kebijakan efisiensi, kami berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan secara optimal,” jelasnya.
Sunarto menilai, minat masyarakat terhadap pendidikan pesantren terus meningkat karena dinilai mampu membentuk generasi yang mandiri, berakhlak, dan memiliki keseimbangan antara ilmu agama dan kehidupan sosial.
Rangkaian Pengajian Akbar dan Haflah Akhirussanah ini diharapkan mampu memperkuat nilai-nilai Al-Qur’an di tengah masyarakat, sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah dan silaturahmi antar elemen umat.
(Alam/Tim)



















