LEBAK, Baratv.id – Suasana di kawasan pertigaan Sampay, Desa Sukarendah, Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak, Banten, mendadak mencekam pada Rabu malam (5/11/2025) sekitar pukul 18.30 WIB.
Aksi tawuran antar pelajar pecah usai waktu magrib dan mengakibatkan satu siswa mengalami luka serius akibat sabetan senjata tajam di bagian kepala belakang.
Bentrokan tersebut melibatkan dua kelompok pelajar, yakni gabungan siswa SMK Setia Budhi Rangkasbitung dan SMA Negeri 1 Cibadak, melawan kelompok pelajar dari SMK Mathla’ul Anwar (MA) Cibuah Kecamatan Warunggunung.
Akibat insiden itu, warga sekitar dibuat panik. Beberapa saksi bahkan sempat merekam suasana pasca-tawuran yang memperlihatkan korban bersimbah darah sebelum akhirnya dievakuasi ke puskesmas terdekat.
Saksi: Pelajar Dikejar dan Dibacok di Jalan
Salah seorang saksi mata, Muhidin (17), pegawai warung bakso di dekat lokasi kejadian, mengatakan tawuran bermula ketika tiga pelajar tanpa senjata berlari dikejar dua pelajar lain yang diduga membawa golok.
“Tiga pelajar itu lari sambil panik sampai menabrak motor teman saya. Salah satunya jatuh, lalu dua orang yang bawa golok langsung membacok dari belakang,” ujar Muhidin saat ditemui di lokasi kejadian.
Korban yang mengalami luka bacok sempat berlari ke arah pemukiman warga untuk menyelamatkan diri dan meminta pertolongan. Tak lama kemudian, polisi datang ke tempat kejadian dan mengamankan sejumlah pelajar serta dua sepeda motor yang diduga digunakan dalam aksi tawuran tersebut.
“Korban dibawa ke puskesmas, sementara dua temannya diamankan ke Polsek Warunggunung. Pelaku pembacokan yang disebut berasal dari SMK Mathla’ul Anwar Cibuah langsung kabur,” tambahnya.
Polisi Buru Pelaku Pembacokan
Kapolsek Warunggunung, AKP Rusnaka, membenarkan peristiwa tawuran itu. Ia menyebut korban adalah salah satu pelajar dari SMK Setia Budhi Rangkasbitung yang kini tengah menjalani perawatan medis akibat luka sabetan senjata tajam.
“Kami mengamankan dua pelajar dari SMK Setia Budhi serta dua kendaraan bermotor sebagai barang bukti,” ungkap AKP Rusnaka, Kamis (6/11/2025).
Menurutnya, polisi kini masih melakukan pengejaran terhadap pelaku utama yang diduga membawa golok. Selain itu, pihak kepolisian juga telah memanggil pihak sekolah untuk menghadirkan siswa-siswa yang terlibat dalam aksi tersebut.
“Pemeriksaan dilakukan dengan pendampingan orang tua. Kami juga meningkatkan patroli pada jam rawan dan melakukan pembinaan langsung ke sekolah-sekolah untuk mencegah tawuran pelajar terulang kembali,” tegas Rusnaka.
Polisi Imbau Sekolah dan Orang Tua Awasi Anak Didik
Aksi tawuran pelajar yang terjadi usai Magrib ini menjadi peringatan keras bagi para orang tua dan pihak sekolah agar lebih memperketat pengawasan terhadap anak didik.
Polisi juga mengimbau masyarakat untuk segera melapor apabila melihat adanya gerombolan pelajar berkumpul di jalanan dengan gerak-gerik mencurigakan.
(Sopian Sauri)






