LEBAK, Baratv.id — Sudah selayaknya usia senja merupakan waktu bagi seseorang untuk menikmati masa tuanya bersama keluarga.

Namun, tidak dengan nenek Rumi yang sudah berusia 70 tahun, tinggal di rumah tak layak huni di Kampung Margamulya, Desa Cigoong Utara, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.

Nenek yang berusia lanjut ini diketahui tinggal bersama kedua anaknya Anas (30) dan Madhafi (22) yang mengindap penyakit lumpuh dan Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ). Sementara Suaminya sudah meninggal tiga tahun silam.

Kondisi rumah Nenek Rumi yang sudah rapuh dan atapnya banyak mengalami kerusakan.
Kondisi rumah Nenek Rumi yang sudah rapuh dan atapnya banyak mengalami kerusakan.

Dengan penuh kesabaran, Nenek Rumi harus mengurusi dua anaknya yang sakit di tempat tinggal yang tidak layak untuk ditempati karena atap yang bocor dingding yang keropos.

Adik Nenek Rumi, Khadijah (57) mengungkapkan, kondisi rumah yang sudah rapuh dimakan usia ini sudah bertahun lamanya ditinggalin oleh Kakaknya.

Semenjak ditinggal sang suami, lanjutnya, Nenek Rumi harus berjuang sendiri untuk mengurus kedua anaknya yang sakit di rumah yang tidak layak.

“Suka sedih liatnya, apalgi dengan kondisi anaknya yang sakit. Semntara rumah kalau hujan suka bocor,” Ucap Kahdizah, Kamis, (04/09/2025).

Dirinya mengatakan, untuk mencukupi kebutuhannya, Nenek Rumi hanya menanti pekerjaan serabutan dan belas kasih dari orang sekitar.

“Pokonya kesusahan, paling kadang suka ada yang ngasih makan, suka ada yang ngasih kerjaan paling ke sawah,” ungkapnya.

Suasana di dalam rumah Nenek Rumi yang terlihat sederhana dan jauh dari kata layak untuk ditempati.
Suasana di dalam rumah Nenek Rumi yang terlihat sederhana dan jauh dari kata layak untuk ditempati.

Selama ini, sambung Khadizah, berupa bantuan dari pemerintah Desa hanya mendapatkan bansos berupa beras. Namun, bebrapa bulan terkahir sudah tidak pernah mendapatka bantuan tersebut.

“Tadinya ada, yang sebulan yang tiga bulan kalau sekarangmah udah ga ada,” tuturnya.

Ia berharap, adanya bantuan dari Pemerintah untuk Kakaknya yang tinggal di tempat yang tidak layak dan mengurusi dua anaknya yang sakit parah.

“Mudah-mudahan ada kebijakan pemintah untuk direnovasi rumahnya dan memberikan obat untuk anaknya yang salit,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Berdasarkan data Dinsos Lebak dan BPS Lebak tahun 2025 menunjukkan ada sekitar 40.000 rumah tidak layak huni (RTLH) yang belum tertangani, sementara jumlah warga miskin mencapai 120 ribu jiwa atau setara 8,4 persen dari total penduduk.

(Sopian Sauri)