Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia itu mempertemukan pesilat dari berbagai daerah di Provinsi Banten. Selain menjadi arena kompetisi, turnamen ini diarahkan sebagai ruang pembinaan atlet sekaligus upaya menjaga keberadaan pencak silat sebagai warisan budaya Indonesia.
Ketua Dewan Kesenian Kabupaten Tangerang sekaligus Anggota DPRD Kabupaten Tangerang dari Fraksi Demokrat, Hj. Aida Hubaedah, SH., SE., MM., mengapresiasi tingginya antusiasme peserta yang ambil bagian dalam kejuaraan tersebut.
“Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillah, hari ini kita bersama-sama membuka Kejuaraan Pencak Silat Nyimas Banten Open Tournament II 2026 di GOR Kitri Bhakti Curug,” ujar Aida.
Menurut Aida Hubaedah, pencak silat memiliki nilai yang lebih luas dibandingkan sekadar olahraga pertandingan. Aktivitas tersebut dinilai dapat menjadi sarana pembentukan karakter, kedisiplinan, keberanian, mental, sekaligus menanamkan rasa cinta terhadap budaya bangsa.
“Saya melihat langsung semangat dan antusiasme adik-adik pesilat yang luar biasa. Bagi saya, pencak silat bukan hanya olahraga dan pertandingan, tetapi juga bagian dari pendidikan karakter, pembentukan mental, kedisiplinan, keberanian, serta jati diri bangsa,” katanya.
Pencak Silat Jadi Bagian Penting Pelestarian Budaya
DKKT menempatkan pencak silat sebagai salah satu bagian dari kekayaan seni dan budaya yang perlu terus dikenalkan kepada generasi muda. Karena itu, penyelenggaraan kejuaraan tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan atlet berprestasi, tetapi juga menjaga kesinambungan budaya tradisional.
Aida Hubaedah menegaskan komitmen Dewan Kesenian Kabupaten Tangerang untuk mendukung berbagai kegiatan yang dapat memperkuat pelestarian seni dan budaya daerah, termasuk pencak silat.
“Melalui Dewan Kesenian Kabupaten Tangerang, kami berkomitmen untuk terus mendorong pelestarian seni dan budaya daerah, termasuk pencak silat sebagai salah satu kekayaan budaya bangsa,” ujarnya.
Di sisi lain, melalui perannya sebagai anggota DPRD Kabupaten Tangerang, Aida menyatakan dukungan terhadap pembinaan olahraga dan pengembangan potensi generasi muda agar tersedia ruang yang sehat untuk berkompetisi dan meraih prestasi.
“Nyimas Banten II 2026 bukan sekadar arena untuk mencari juara. Ini adalah ruang pembinaan, ruang pendidikan karakter, ruang persaudaraan, sekaligus ruang untuk melahirkan generasi muda yang tangguh dan berprestasi,” tegasnya.
Targetkan Lahir Pesilat Berprestasi hingga Tingkat Nasional
Keikutsertaan pesilat dari sejumlah daerah di Banten diharapkan dapat memperluas pengalaman bertanding para atlet. Pertemuan antarpesilat juga menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan serta meningkatkan kualitas kompetisi pencak silat di daerah.
Menurut Aida, prestasi seorang atlet tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknik di arena pertandingan. Mental juara, kedisiplinan, integritas, kerendahan hati, dan penghormatan terhadap nilai-nilai luhur pencak silat juga menjadi bagian penting dalam proses pembentukan seorang pesilat.
“Kita ingin atlet-atlet dari Kabupaten Tangerang dan Provinsi Banten mampu berkembang hingga ke tingkat nasional bahkan internasional, serta membawa nama baik daerah dan bangsa Indonesia,” ungkapnya.
Untuk mencapai target tersebut, ia menilai pembinaan harus dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari atlet, pelatih, organisasi olahraga, pemerintah, dunia pendidikan hingga pemangku kepentingan lainnya.
“Harus ada kesinambungan antara pembinaan atlet, pelatih, organisasi, pemerintah, dunia pendidikan, dan seluruh stakeholder, sehingga potensi anak-anak muda kita benar-benar dapat berkembang,” tambahnya.
Peserta Diminta Menjunjung Sportivitas
Dalam kesempatan tersebut, Aida juga mengingatkan seluruh peserta agar menjadikan pertandingan sebagai proses untuk mengembangkan kemampuan sekaligus membangun karakter. Semangat meraih kemenangan, menurut dia, harus berjalan beriringan dengan sikap sportif dan menjaga hubungan baik antarpesilat.
“Menang adalah sebuah prestasi, tetapi menjaga sportivitas dan persaudaraan adalah kemenangan yang sesungguhnya,” ujarnya.
Aida turut menyampaikan apresiasi kepada KONI, IPSI, panitia penyelenggara, pelatih, wasit dan juri, orang tua atlet, peserta, serta seluruh pihak yang memberikan dukungan terhadap pelaksanaan Nyimas Banten Open Tournament II 2026.
Melalui penyelenggaraan kejuaraan tersebut, DKKT bersama Oksa Optima One berharap pembinaan pencak silat di Kabupaten Tangerang dan Provinsi Banten dapat terus berkembang. Turnamen ini sekaligus diharapkan menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal, mencintai, dan melestarikan seni bela diri tradisional Indonesia.
“Semoga dari Nyimas Banten II 2026 lahir juara-juara baru, generasi yang berkarakter, berprestasi, dan mampu mengharumkan nama Kabupaten Tangerang serta Provinsi Banten di tingkat nasional maupun internasional,” pungkas Aida.
Nyimas Banten Open Tournament II Tahun 2026 diharapkan dapat menjadi salah satu momentum penguatan pembinaan olahraga pencak silat sekaligus pelestarian budaya di Banten. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian aktivitas positif dalam menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.



















