KABUPATEN TANGERANG, Baratv.id – Upaya pemadaman kebakaran TPA Jatiwaringin di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, terus diintensifkan memasuki hari ketiga, Kamis (2/7/2026). Petugas gabungan masih berjibaku mengendalikan kobaran api yang masih terlihat di sejumlah titik timbunan sampah.
Asap pekat masih membumbung dari area TPA yang terbakar sejak Selasa (30/6). Untuk mempercepat penanganan, sejumlah unit mobil pemadam kebakaran, alat berat ekskavator, serta dua helikopter water bombing terus dioperasikan pada titik-titik yang sulit dijangkau dari darat.
Selama proses pemadaman berlangsung, aktivitas di kawasan TPA masih terbatas. Kendaraan pengangkut sampah juga belum beroperasi secara normal karena petugas memprioritaskan penanganan kebakaran.
Pemadaman Kebakaran TPA Jatiwaringin Terus Dioptimalkan
Kepala UPT TPA Jatiwaringin, Jaya Geni, mengatakan seluruh personel gabungan terus mengoptimalkan proses pemadaman melalui penyiraman dari jalur darat maupun operasi water bombing pada titik api yang sulit dijangkau.
Menurut Jaya Geni, proses pemadaman dilakukan secara bertahap dengan dukungan mobil pemadam kebakaran, alat berat, serta helikopter agar kobaran api dapat segera dikendalikan.
Ia menjelaskan kondisi cuaca dan arah angin masih menjadi faktor yang memengaruhi proses pemadaman. Oleh karena itu, petugas terus melakukan pemantauan dan pembasahan secara intensif guna mencegah munculnya kobaran api baru.
Status Tanggap Darurat Berlaku Hingga 14 Juli 2026

Pemerintah Kabupaten Tangerang telah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Kebakaran TPA Jatiwaringin melalui Keputusan Bupati Tangerang Nomor 609 Tahun 2026. Penetapan tersebut berlaku selama 14 hari, mulai 1 hingga 14 Juli 2026.
Jaya Geni mengatakan penetapan status tanggap darurat dilakukan untuk mempercepat penanganan kebakaran sekaligus memperkuat koordinasi seluruh unsur yang terlibat dalam proses pemadaman.
Hingga saat ini, petugas masih melakukan pemantauan terhadap sejumlah titik panas di area TPA. Dari total luas sekitar 33 hektare, area yang terdampak kebakaran masih dalam proses pendataan.
Dampak Asap terhadap Warga Sekitar
Asap tebal akibat kebakaran turut berdampak terhadap masyarakat di sekitar lokasi. Sejumlah warga masih mengungsi di Balai Desa Tanjakan Mekar, sementara Pemerintah Kabupaten Tangerang memastikan kebutuhan logistik para pengungsi tetap terpenuhi selama masa tanggap darurat berlangsung.
Petugas gabungan terus berupaya mengendalikan kebakaran dengan mengoptimalkan seluruh sumber daya yang tersedia agar proses pemadaman dapat segera diselesaikan.



















