TANGERANG, Baratv.id — Upaya penguatan layanan kesehatan dasar di tingkat desa terus dilakukan melalui kegiatan Posyandu Tenggiri 5 yang berlokasi di Kampung Pecinan, Desa Ketapang. Pada Senin, 9 Februari 2026, posyandu ini melayani sebanyak 61 warga, terdiri dari balita, ibu hamil, dan lansia.
Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dari pelayanan preventif dan promotif kesehatan masyarakat desa. Warga mendapatkan layanan penimbangan balita, pemeriksaan kesehatan, imunisasi, serta edukasi gizi yang dilakukan secara terpadu oleh kader posyandu dan tenaga kesehatan.
Pelaksanaan Posyandu Tenggiri 5 didampingi langsung oleh Bidan Desa Ketapang, Bidan Cucun, yang memastikan seluruh proses pelayanan berjalan sesuai standar kesehatan.
Kepala Desa Ketapang, H. Khatibul Umam, SH, menegaskan bahwa posyandu memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas kesehatan masyarakat, khususnya ibu dan anak.
“Posyandu merupakan garda terdepan pelayanan kesehatan di tingkat desa. Pemerintah Desa Ketapang berkomitmen penuh untuk terus mendukung Posyandu Tenggiri 5 agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama dalam menjaga kesehatan ibu dan anak serta mencegah stunting,” ujar H. Khatibul Umam, SH.
Dari sisi kesehatan gizi, Mutaqiah selaku tenaga kesehatan gizi menekankan pentingnya pemantauan rutin pertumbuhan balita melalui posyandu.
“Melalui kegiatan posyandu, kami dapat memantau status gizi balita secara berkala. Edukasi kepada orang tua sangat penting agar kebutuhan nutrisi anak terpenuhi dan risiko stunting dapat dicegah sejak dini,” jelas Mutaqiah.
Salah seorang warga Kampung Pecinan mengaku terbantu dengan keberadaan Posyandu Tenggiri 5 yang rutin dilaksanakan di lingkungan tempat tinggalnya.
“Kami merasa sangat terbantu karena bisa memeriksa kesehatan anak secara rutin tanpa harus jauh ke fasilitas kesehatan lain. Selain itu, kami juga mendapatkan penjelasan langsung dari bidan dan petugas gizi,” ungkap warga tersebut.
Dengan kehadiran Posyandu Tenggiri 5 Desa Ketapang secara berkelanjutan, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan ibu, anak, dan gizi keluarga terus meningkat, sejalan dengan upaya mewujudkan desa yang sehat dan sejahtera.



















