Lapangan sederhana di tengah persawahan tersebut berubah menjadi arena pertandingan sekaligus tempat berkumpulnya masyarakat. Setiap pasangan peserta yang berhadapan langsung mendapat dukungan dari warga melalui sorakan dan tepuk tangan.
Lomba adu panco menjadi salah satu permainan yang sengaja dihadirkan panitia untuk memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Selain menghibur, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat hubungan sosial dan kebersamaan antarwarga.
Ketua Panitia, Mulyana, mengatakan rangkaian perlombaan dibuat beragam agar seluruh lapisan masyarakat dapat ikut berpartisipasi dalam perayaan kemerdekaan.
“Tujuannya untuk memeriahkan HUT RI sekaligus mengajak warga berkumpul dan bergembira bersama. Karena itu perlombaannya kami buat beragam, termasuk adu panco untuk emak-emak,” kata Mulyana.
Menurutnya, antusiasme warga terlihat sejak perlombaan dimulai. Peserta tidak hanya bersemangat mengikuti pertandingan, tetapi para penonton juga aktif memberikan dukungan kepada peserta yang bertanding.
Keseruan semakin terasa ketika peserta mulai mengerahkan tenaga untuk mempertahankan posisi tangan masing-masing. Meski berlangsung kompetitif, suasana pertandingan tetap dipenuhi tawa dan keakraban khas perlombaan warga dalam menyambut hari kemerdekaan.
Menariknya, arena perlombaan berada di area persawahan yang telah selesai dipanen. Kondisi tersebut memberikan nuansa pedesaan yang kuat sekaligus menjadi ruang terbuka bagi warga untuk berkumpul dan menikmati berbagai permainan tradisional.
Selain adu panco, sejumlah perlombaan lain turut digelar, seperti membawa air menggunakan wadah yang diletakkan di atas punggung, tarik tambang, hingga joged balon. Beragam permainan itu diikuti warga dari berbagai kelompok usia.
Dari perlombaan adu panco, Tati berhasil keluar sebagai juara pertama. Prestasi tersebut menjadi kebanggaan tersendiri karena ia berhasil memperbaiki pencapaiannya pada perlombaan tahun sebelumnya.
“Tahun kemarin mendapat juara dua, sekarang alhamdulillah juara satu,” ujar Tati.
Menurut Tati, perlombaan bukan sekadar mencari pemenang, tetapi juga menjadi kesempatan bagi kaum perempuan untuk ikut mengambil bagian dalam kegiatan masyarakat dan memeriahkan momentum kemerdekaan.
“Harapannya kepada Indonesia, emak-emak semakin maju dan kuat,” katanya.
Mulyana berharap tradisi perlombaan dalam menyambut HUT Kemerdekaan dapat terus dilaksanakan. Baginya, kegiatan sederhana yang melibatkan masyarakat secara langsung memiliki nilai penting dalam menjaga kekompakan dan kebersamaan warga.
“Harapannya warga tetap kompak dan kegiatan seperti ini bisa menjadi ajang kebersamaan. Yang penting masyarakat bisa berkumpul, bergembira dan ikut memeriahkan HUT RI,” ujarnya.
Kemeriahan di Kampung Rancawiru menunjukkan bahwa perayaan kemerdekaan tidak selalu membutuhkan kegiatan berskala besar. Di tengah persawahan yang baru dipanen, warga dapat menciptakan suasana perayaan yang hangat melalui permainan, sportivitas, tawa, dan kebersamaan.



















