SERANG, Baratv.id — Gubernur Banten Andra Soni memastikan telah memerintahkan agar Kepala Sekolah SMAN 1 Cimarga, Kabupaten Lebak, Dini Vitria, dinonaktifkan sementara dari jabatannya. Langkah itu diambil setelah viralnya dugaan penamparan terhadap salah satu siswa yang memicu aksi mogok sekolah.
“Itu sedang kami proses untuk dinonaktifkan,” kata Andra saat dikonfirmasi, Selasa (14/10/2025).
Andra menjelaskan, proses penonaktifan dilakukan melalui koordinasi antara Sekretaris Daerah (Sekda), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindik) Banten, serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) sesuai mekanisme kepegawaian yang berlaku.
Menurutnya, tindakan cepat ini merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah daerah untuk menjaga keamanan dan kenyamanan di dunia pendidikan.
Sebelumnya, kasus dugaan penamparan oleh kepala sekolah telah dilaporkan ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Lebak pada Jumat (10/10/2025).
Kanit PPA Ipda Limbong membenarkan laporan tersebut dan menyebut kasusnya masih dalam tahap penyelidikan.
Peristiwa bermula ketika kepala sekolah menegur seorang siswa kelas XII yang kedapatan merokok di area sekolah. Saat ditegur, siswa tersebut menolak mengakui perbuatannya hingga akhirnya kepala sekolah menampar siswa tersebut.
Dini mengaku tamparan itu dilakukan secara spontan sebagai bentuk penegasan disiplin, bukan kekerasan.
Insiden itu kemudian berujung pada aksi mogok sekolah oleh ratusan siswa SMAN 1 Cimarga pada Senin (13/10/2025). Para siswa menolak masuk kelas sebagai bentuk protes terhadap tindakan kepala sekolah.
Sampai berita ini diturunkan, Kepala SMAN 1 Cimarga Dini Vitria belum memberikan tanggapan saat dihubungi wartawan Baratv.id.
(Aris/Sopian Sauri)



















