JAKARTA, Baratv.id — Jaksa Agung Republik Indonesia, ST Burhanuddin, resmi menutup Pendidikan dan Pelatihan Pembentukan Jaksa (PPPJ) Angkatan 82 Gelombang I Tahun 2025 di Lapangan Upacara Badan Diklat Kejaksaan RI, Jakarta.

Sebanyak 349 peserta yang sebelumnya berstatus calon jaksa dinyatakan lulus dan resmi menyandang jabatan Jaksa. Mereka otomatis tergabung dalam organisasi profesi Persatuan Jaksa Indonesia (PERSAJA).

Dalam sambutannya, Burhanuddin menegaskan bahwa profesi jaksa adalah amanah mulia yang menuntut tanggung jawab besar.

“Saya tidak butuh Jaksa yang hanya pintar tapi mengabaikan moral, atau cerdas namun tanpa integritas. Saya butuh Jaksa yang pintar sekaligus berintegritas dan bermoral. Camkan itu!”

Peserta dan tamu undangan pada upacara penutupan PPPJ Angkatan 82.
Peserta dan tamu undangan pada upacara penutupan PPPJ Angkatan 82.

Ia memberikan penghargaan khusus kepada lima peserta dari unsur TNI yang lulus. Kehadiran unsur TNI dinilai memperkuat sinergi antar-institusi, terutama dalam penanganan perkara tindak pidana militer maupun koneksitas.

Burhanuddin menekankan bahwa integritas dan profesionalitas adalah benteng utama seorang jaksa. Siapa pun yang menyimpang dari amanah jabatan akan diberi sanksi tegas.

“Siapa pun yang main-main dalam penegakan hukum akan saya sikat dengan tangan besi.”

Ia turut mengingatkan tantangan ke depan seiring mulai berlakunya KUHP Nasional (UU Nomor 1 Tahun 2023) pada 2026, yang menuntut penalaran hukum lebih terukur, hati-hati, dan berlandaskan keadilan.

Lebih lanjut, ia menegaskan pentingnya hati nurani dalam menegakkan hukum.

“Rasa keadilan tidak ada di dalam teks undang-undang, melainkan di hati nurani. Jika hukum jauh dari rasa kemanusiaan, maka yang lahir justru ketidakadilan baru.”

Kepada para Adhyaksa muda, Burhanuddin berpesan agar siap bertugas di seluruh pelosok negeri, menjaga hidup sederhana, menghindari gaya hidup hedonis, dan menjadi teladan di tengah masyarakat.

“Sejak dilantik, setiap tindak-tanduk kalian bukan lagi hanya atas nama pribadi, melainkan cerminan wajah institusi Kejaksaan.”

Mengakhiri pesannya, ia mengajak seluruh lulusan menanamkan nilai Tri Krama Adhyaksa—integritas, profesional, akuntabel—serta menjunjung sikap sabar dan syukur dalam pengabdian.

(Catur)