LEBAK, Baratv.id – Seorang ibu hamil tujuh bulan yang tengah melemah akibat asam lambung kambuh diduga ditolak saat meminta pertolongan pertama di IGD Rumah Sakit Kartini Rangkasbitung, Kabupaten Lebak.
Kasus ini viral setelah keluarga pasien mengunggah keluhan mereka ke media sosial dan menuai reaksi publik.
Anggota Komisi III DPRD Lebak, Regen Abdul Haris, mengecam dugaan kelalaian pelayanan tersebut dan menilai tenaga kesehatan seharusnya memberikan penanganan awal pada pasien dalam kondisi darurat.
“Kalau alasannya tidak ada ruangan lalu pasien ditolak, tentu saya sangat miris. Pasien datang karena sakit, seharusnya tetap ditangani dulu,” ujar Regen saat dikonfirmasi, Kamis (4/12/2025).
Regen menambahkan pihaknya akan segera meminta klarifikasi dari manajemen rumah sakit.
“Kami akan koordinasi dengan ketua komisi apakah turun langsung atau memanggil RS Kartini. Kami masih menunggu arahan,” katanya.
Rumah Sakit Kartini Bantah Ada Penolakan
Kuasa Hukum RS Kartini, Acep Saepudin, membantah adanya penolakan pelayanan. Ia menyebut yang terjadi hanyalah miskomunikasi antara keluarga pasien dan tenaga medis.
“IGD sudah melakukan pengecekan. Dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan kegawatdaruratan, dan tidak ada tanda-tanda pasien akan melahirkan,” jelasnya.
Acep menegaskan tenaga medis telah bekerja sesuai prosedur.
“Pasien belum memenuhi syarat masuk IGD. Kami juga sudah berikan edukasi terkait kondisi tersebut,” tambahnya.
Keluh Kesah Ibu Hamil: “Saya Hanya Minta Diperiksa”
Eny (33), sang pasien, justru menceritakan bahwa dirinya tidak mendapatkan pelayanan awal meski sudah menyampaikan kondisi tubuhnya yang semakin lemah.
“Saya bilang tidak apa-apa menunggu, asal diperiksa dulu. Tapi malah ditinggalkan begitu saja. Perut saya keram, saya khawatir dengan janin,” ucap Eny saat ditemui di RSUD Adjidarmo, Kamis pagi.
Karena tak mendapatkan bantuan medis, suami Eny akhirnya membawanya ke RSUD Adjidarmo. Begitu tiba, ia langsung mendapat penanganan meskipun rumah sakit tersebut mengaku ruang IGD dalam kondisi penuh.
“Di sini langsung ditangani. Padahal IGD juga penuh. Saya hanya ingin diperiksa dari awal agar tidak terjadi apa-apa pada janin,” pungkasnya.
(Sopian Sauri)



















