TANGERANG, Baratv.id — Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memberangkatkan sebanyak 1.138 praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) ke Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, guna mempercepat proses pemulihan pemerintahan daerah pascabencana banjir dan tanah longsor.

Pemberangkatan dilakukan dalam tiga kloter. Pada kloter pertama yang diberangkatkan hari ini, sebanyak 413 praja IPDN telah lebih dulu menuju lokasi. Sementara sisanya dijadwalkan berangkat pada Minggu pagi.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memastikan seluruh praja akan lengkap berada di Aceh Tamiang pada Senin (5/1/2026).
Jadi, totalnya 1.138. Yang tanggal 5 nanti, insyaallah nanti sudah lengkap ada di sana, ujar Tito.

Berdasarkan laporan Rektor IPDN Halilul Khairi, terdapat enam praja yang batal diberangkatkan karena tidak lolos pemeriksaan kesehatan. Beberapa di antaranya menunjukkan gejala penyakit demam berdarah.Tito menjelaskan, sebanyak 1.132 praja IPDN yang diberangkatkan akan difokuskan untuk membantu pemulihan roda pemerintahan daerah, khususnya di tingkat kabupaten.

Para praja dibekali sejumlah peralatan kerja seperti sekop dan cangkul untuk membersihkan lumpur yang masih menggenangi kantor kabupaten dan fasilitas pemerintahan lainnya.
Satu adalah membangkitkan pemerintahan terutama kabupaten dulu. Bersih-bersih di sana. Maka mereka membawa alat, senjata mereka alat pembersih: sekop, kemudian cangkul, kata Tito.

Selain itu, praja IPDN juga ditugaskan membantu aparatur setempat dalam memulihkan pelayanan publik di desa-desa. Tito mengungkapkan, lebih dari 200 unit layanan publik di Aceh Tamiang masih belum beroperasi.Dukcapil dan layanan publik yang lain itu harus bisa dihidupkan, lanjut Tito.

Penugasan ini direncanakan berlangsung selama sekitar satu bulan. Namun, masa tugas tersebut dapat diperpanjang sesuai kebutuhan di lapangan.

Tito menegaskan, penugasan praja IPDN ini merupakan bagian dari kurikulum pendidikan IPDN dan dikategorikan sebagai kuliah kerja nyata (KKN).Kita anggap ini sebagai kuliah kerja nyata yang betul-betul nyata. Mereka akan berhadapan langsung dengan masalah yang menjadi atensi nasional dan internasional, imbuhnya.

Apabila pelayanan publik di Aceh Tamiang telah pulih, para praja IPDN ini berpeluang untuk ditugaskan ke kabupaten sekitar yang masih membutuhkan tambahan personel.