Pangdam Jaya Tinjau Lokasi dan Pimpin Peletakan Batu Pertama
Sejak pagi, warga tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan. Kehadiran Pangdam Jaya/Jayakarta Mayjen TNI Deddy Suryadi, S.I.P., M.Si., didampingi Danrem 052/Wijayakrama Brigjen TNI Faizal Rizal, S.I.P., serta jajaran pejabat TNI, Polri, dan unsur pemerintah daerah, menambah semangat kebersamaan di lokasi kegiatan.
Setibanya di lokasi, Pangdam Jaya langsung meninjau titik pembangunan Jembatan Garuda yang direncanakan menjadi akses vital bagi mobilitas masyarakat sekitar. Selain itu, sebagai bentuk kepedulian sosial, bantuan sembako juga diserahkan secara simbolis kepada warga.
Prosesi utama ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan Jembatan Garuda oleh unsur pimpinan TNI bersama pemerintah daerah. Suasana berlangsung khidmat dan penuh harapan, ditutup dengan doa bersama agar proses pembangunan berjalan lancar serta memberi manfaat luas bagi masyarakat.
Pangdam Jaya: Infrastruktur Harus Berdampak Nyata bagi Warga
Dalam keterangannya, Pangdam Jaya/Jayakarta Mayjen TNI Deddy Suryadi, S.I.P., M.Si. menegaskan bahwa pembangunan jembatan tersebut bukan sekadar proyek fisik, melainkan bagian dari kehadiran nyata negara dalam menjawab kebutuhan masyarakat.
“Pembangunan jembatan ini bukan sekadar infrastruktur, tetapi wujud nyata kehadiran negara untuk membantu masyarakat. Kami ingin memastikan akses warga semakin mudah, aktivitas ekonomi meningkat, dan kesejahteraan masyarakat dapat terangkat,” tegas Mayjen TNI Deddy Suryadi.
Ia menambahkan, program karya bakti TNI AD akan terus digalakkan sebagai bagian dari pengabdian kepada rakyat dan upaya memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.
“TNI akan selalu hadir bersama rakyat. Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat sekaligus memberikan manfaat langsung yang bisa dirasakan masyarakat,” lanjutnya.
Dandim 0510/Tigaraksa Sebut Jembatan Garuda Punya Nilai Strategis
Sementara itu, Dandim 0510/Tigaraksa Letkol Inf Yudho Setyono, S.H. menyampaikan bahwa pembangunan Jembatan Garuda di Tigaraksa memiliki peran penting bagi aktivitas warga, baik dari sisi mobilitas harian maupun potensi peningkatan ekonomi masyarakat.
“Jembatan ini akan menjadi penghubung penting bagi aktivitas masyarakat, baik untuk mobilitas sehari-hari maupun peningkatan perekonomian warga. Selain itu, program gentengisasi juga menjadi bentuk kepedulian kami agar masyarakat dapat tinggal di rumah yang lebih layak dan aman,” ujar Letkol Inf Yudho Setyono.
Menurutnya, jajaran Kodim 0510/Tigaraksa akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah serta seluruh elemen masyarakat untuk mendukung pembangunan wilayah yang berkelanjutan.
“Kami berkomitmen untuk terus hadir dan bekerja bersama masyarakat. Melalui karya bakti seperti ini, kami ingin memberikan kontribusi nyata yang langsung dirasakan manfaatnya oleh warga,” tambahnya.
Program Gentengisasi RTLH Perkuat Kepedulian Sosial TNI
Usai prosesi peletakan batu pertama, Pangdam Jaya melanjutkan peninjauan program gentengisasi rumah tidak layak huni (RTLH) milik warga. Program ini menjadi bagian penting dari upaya peningkatan kualitas tempat tinggal masyarakat agar lebih layak, aman, dan nyaman.
Di waktu yang sama, Danrem 052/Wijayakrama Brigjen TNI Faizal Rizal, S.I.P. bersama Dandim 0510/Tigaraksa turut menyerahkan bantuan sembako kepada masyarakat dan menjalin komunikasi hangat dengan warga melalui kegiatan ramah tamah.
Dalam kesempatan tersebut, Danrem 052/Wijayakrama juga memberikan keterangan kepada media mengenai pentingnya sinergi lintas sektor dalam mendukung pembangunan wilayah, khususnya yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
Sinergi TNI, Pemerintah, dan Warga Jadi Kunci Pembangunan
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib, aman, dan penuh keakraban. Kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi cerminan kuatnya kemanunggalan yang terus dijaga dalam setiap program pengabdian.
Dengan dimulainya pembangunan Jembatan Garuda di Tigaraksa serta pelaksanaan program gentengisasi RTLH, masyarakat diharapkan memperoleh manfaat berkelanjutan, baik dari sisi aksesibilitas, peningkatan aktivitas ekonomi, maupun kualitas hidup yang lebih baik. Langkah ini sekaligus menegaskan bahwa negara hadir untuk rakyat melalui kerja nyata di lapangan.



















