BOGOR, Baratv.id — Sekolah Dasar Negeri (SDN) Cikuda 2 Parungpanjang yang berlokasi di Kampung Asem, Desa Cikuda, Kecamatan Parungpanjang, Kabupaten Bogor, membutuhkan perhatian serius dari Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor, terutama terkait sarana dan prasarana (sapras) sekolah.
Beberapa kebutuhan mendesak antara lain pembangunan pagar sekolah, pengerjaan konblok halaman sekolah, ruang kepala sekolah, perpustakaan, bak sampah, serta penambahan ruang MCK. Meskipun pihak sekolah telah beberapa kali mengajukan proposal melalui pengawas UPT Disdik Parungpanjang, hingga kini belum ada realisasi dari pihak dinas, terutama untuk pembangunan pagar sekolah.
Sekolah Dekat Jalan Raya, Siswa dalam Ancaman Bahaya
Lokasi SDN Cikuda 2 sangat dekat dengan pemukiman warga dan tepat di bibir jalan raya Dago-Parungpanjang. Hal ini membahayakan keselamatan 147 siswa-siswi yang bersekolah di sana, terutama saat jam istirahat atau kegiatan berkumpul di halaman. Dengan luas lahan sekitar 1.400 meter persegi yang masih terbuka tanpa pagar, potensi terjadinya kecelakaan sangat tinggi.
Kepala Sekolah: Sudah Ajukan Proposal Bertahun-tahun
Jauhari, S.Pd., Kepala SDN Cikuda 2 Parungpanjang, saat ditemui wartawan di ruang kerjanya menyampaikan harapan besar kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor.
“Kami berharap agar pembangunan pagar sekolah dan pengerjaan konblok halaman segera direalisasikan. Ini sangat mendesak karena lokasi sekolah berada di tepi jalan raya dan dekat dengan lingkungan warga. Kami sudah mengajukan proposal sejak beberapa tahun lalu, namun hingga kini belum juga ada tanggapan,” ujar Jauhari.

Ia menambahkan, tanpa pagar, sampah dari jalan mudah masuk ke area sekolah dan kondisi semakin parah saat musim hujan.
“Setiap hari Sabtu kami bersama siswa rutin melakukan kegiatan bersih-bersih. Tapi kondisi seperti ini seharusnya bisa dicegah jika sekolah dipagar dan halaman ditata dengan baik,” jelasnya.
Guru Senior: Pernah Terjadi Pembobolan
Irma, S.Pd., guru senior yang telah mengabdi selama 19 tahun di SDN Cikuda 2, juga menyampaikan kekhawatirannya.
“Kami sangat berharap ada perhatian dari Disdik Kabupaten Bogor. Selain belum memiliki pagar dan konblok halaman, sekolah ini juga rawan kejahatan. Tahun 2023 lalu pernah terjadi pencurian di sekolah, sejumlah barang hilang. Ini sangat miris,” ungkapnya.
Ia menegaskan, keberadaan pagar sangat penting, terutama untuk melindungi siswa saat upacara atau aktivitas luar ruangan lainnya.
“Kami khawatir jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, misalnya kendaraan yang menabrak ke dalam halaman sekolah. Mohon kiranya pemerintah memperhatikan kondisi sekolah kami,” harapnya.
Harapan Besar kepada Disdik Kabupaten Bogor
Para guru dan kepala sekolah berharap agar Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor segera meninjau langsung kondisi sekolah dan menindaklanjuti permohonan yang sudah lama diajukan. Sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, kebutuhan dasar seperti pagar dan konblok halaman sekolah sangat perlu segera direalisasikan demi keselamatan dan kenyamanan siswa serta tenaga pendidik.
(Aris)



















