JAKARTA, Baratv.id — PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau PELNI memperoleh fasilitas pembiayaan dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI), berupa Cash Loan dan Non-Cash Loan (NCL) senilai Rp700 miliar serta fasilitas Forex Line sebesar USD 1,5 juta. Selain itu, BRI juga memberikan layanan Notional Pooling bagi PELNI dan anak usahanya untuk optimalisasi pengelolaan dana.
Fasilitas Non-Cash Loan memungkinkan PELNI untuk menerbitkan berbagai instrumen jaminan seperti Bank Garansi, Letter of Credit (L/C), dan Standby L/C (SBLC). Instrumen ini diperlukan dalam pengadaan suku cadang dan pemeliharaan kapal yang menjadi bagian penting dalam menjaga armada perusahaan tetap prima dan aman.
Sementara itu, fasilitas Forex Line memberikan fleksibilitas kepada PELNI dalam melakukan transaksi valuta asing, khususnya dalam pembelian spare part dari luar negeri. Fasilitas ini diharapkan mendukung kelancaran operasional perusahaan yang memiliki mandat strategis sebagai tulang punggung transportasi laut nasional.
Corporate Secretary BRI, Agustya Hendy Bernadi, menegaskan komitmen BRI sebagai bank nasional dalam mendukung BUMN menjalankan mandat strategisnya.
“Kepercayaan tersebut akan terus kami jaga dengan prinsip kehati-hatian, layanan prima, dan solusi yang inovatif,” ungkap Hendy dalam keterangan tertulis, Sabtu (24/5).
Dalam kesempatan yang sama, BRI juga memberikan layanan Notional Pooling—sebuah solusi cash management yang memungkinkan konsolidasi posisi saldo dari rekening anak usaha PELNI secara real-time, tanpa perlu pemindahan dana antar rekening. Layanan ini memudahkan pengelolaan dan pemantauan keuangan perusahaan secara efisien dan berbasis teknologi.
“Kerja sama ini diharapkan dapat mengoptimalkan pengelolaan dana perusahaan dan memperkuat sinergi, tidak hanya antar Grup PELNI tetapi juga antar BUMN. Semoga kolaborasi ini memberi manfaat besar bagi PELNI, BRI, dan masyarakat luas,” tambah Hendy.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PELNI, Anik Hidayat, menyambut baik kerja sama ini dan menilai fasilitas pembiayaan tersebut sangat penting bagi pengembangan bisnis perusahaan ke depan.
“Sudah dua tahun berturut-turut kami memperoleh rating Triple A dari FITCH. Artinya, kondisi keuangan kami dinilai sangat sehat. Fasilitas pembiayaan dari BRI ini akan kami manfaatkan untuk mendukung investasi pada kapal-kapal komersial,” jelas Anik.
Penandatanganan kerja sama ini berlangsung di BRILian Centre, Jakarta, pada Senin (19/5), dan dihadiri oleh Direktur Corporate Banking BRI Riko Tasmaya, Group Head of Infrastructure, Transportation, Oil & Gas Group BRI Yodi Herzaman, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PELNI Anik Hidayat, Direktur Utama Pelni Logistics Edward Tobing, serta Direktur Utama Pelni Services Sukendra.
(Red/Aris)






