Rahmat menjelaskan bahwa dalam kesepakatan awal (MoU) antara OSIS dan pihak travel, disebutkan adanya potongan hingga 50 persen jika kegiatan batal. Namun setelah komunikasi lanjutan, diputuskan potongan sebesar Rp500.000 per siswa untuk tujuan Yogyakarta.

Ketua Forum Wartawan Jaya Indonesia (FWJI) Korwil Kabupaten Tangerang, Irawan Sumardi, menyampaikan pentingnya peran kepala sekolah dalam mengantisipasi potensi risiko kegiatan yang melibatkan dana publik. “Apapun alasannya, pihak sekolah seharusnya memiliki langkah antisipatif agar tidak menimbulkan kerugian di pihak orang tua. Terlebih dalam kondisi ekonomi yang masih belum stabil,” ungkapnya.

Irawan juga menegaskan perlunya transparansi penggunaan dana yang telah dipotong. “Harus ada penjelasan terbuka. Rp500.000 itu untuk apa? Apakah untuk DP hotel, transportasi, atau biaya lain yang sudah tidak bisa ditarik kembali? Tanpa penjelasan yang jelas, ini terkesan memberatkan dan merugikan,” tegasnya.

Sementara itu, klarifikasi resmi dari pihak penyedia jasa perjalanan, NS Travel, masih ditunggu untuk memberikan penjelasan lebih detail mengenai komponen biaya yang menyebabkan potongan tersebut.

Masalah ini diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi semua pihak agar setiap kegiatan yang melibatkan dana masyarakat dapat direncanakan dengan matang, dijalankan secara transparan, serta dikomunikasikan dengan baik, demi menghindari kesalahpahaman dan kerugian di masa mendatang.

(Aris/Tim)

Halaman:
1 2