Simulasi dipimpin langsung oleh Ujang, petugas pemadam kebakaran dari Unit Kecamatan Kronjo. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan materi mengenai tata cara penanganan kebakaran, mulai dari mengenali sumber api, penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), hingga teknik evakuasi yang aman.“Hal pertama yang harus dilakukan adalah tetap tenang, kenali sumber api, lalu gunakan peralatan pemadam sesuai standar. Jika api masih kecil, segera padamkan dengan APAR atau karung basah. Namun, jika api membesar, segera lakukan evakuasi dan hubungi tim pemadam kebakaran,” Pungkas Ujang, Petugas Pemadam Kebakaran Unit Kecamatan Kronjo

Selain praktik langsung, peserta juga diberi kesempatan mencoba cara menggunakan APAR dengan benar. Hal ini dilakukan agar ketika menghadapi situasi darurat, baik staf maupun pelajar sudah memiliki kesiapan mental dan keterampilan dasar.

Salah satu staf Puskesmas Kronjo, Noval, menuturkan bahwa kegiatan ini sangat penting bagi tenaga kesehatan maupun masyarakat sekitar.

“Kami di puskesmas tidak hanya dituntut memberikan pelayanan kesehatan, tetapi juga harus siap menghadapi keadaan darurat seperti kebakaran. Pelatihan ini memberi manfaat besar agar seluruh staf memiliki kemampuan dasar dalam melindungi diri, pasien, dan fasilitas puskesmas,” ujar Noval, Staf Puskesmas Kronjo

Kegiatan simulasi ini mendapat antusiasme dari seluruh peserta. Para pelajar yang ikut serta merasa lebih percaya diri setelah mendapatkan pengalaman langsung.

Puskesmas Kronjo berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara rutin sebagai bentuk edukasi dan kesiapsiagaan menghadapi bencana.

(*/Ferdy)