BEKASI, Baratv.id — Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) Pewarna Indonesia menyampaikan keprihatinan mendalam atas jatuhnya korban dalam demonstrasi yang berlangsung di Jakarta maupun kota-kota lain. Direktur LKBH Pewarna Indonesia, Kefas Hervin Devananda alias Romo Kefas, menegaskan bahwa demonstrasi seharusnya tidak dipandang sebagai ancaman, melainkan sebagai cerminan kegelisahan dan harapan rakyat yang terabaikan.

Romo Kefas mengkritik keras tindakan aparat yang dinilai berlebihan dalam menangani aksi massa. Ia menekankan pentingnya penegakan hukum yang jujur, transparan, serta bebas dari impunitas, terlebih dalam peristiwa tragis yang menewaskan seorang pengemudi ojek.
“Penanganan demonstrasi harus dilakukan dengan cara yang lebih manusiawi dan tidak memihak,” ujarnya.

Menurutnya, bangsa ini membutuhkan keberanian untuk berubah, bukan rasa takut yang justru mempertahankan status quo. Ia menegaskan, suara rakyat harus didengar dan dipahami, bukan dibungkam atau diabaikan.

Lebih jauh, Romo Kefas mengingatkan masyarakat agar tidak larut dalam amarah. Ia mengajak agar perjuangan tetap dijaga dalam koridor moral dan beradab, sehingga tujuan yang diinginkan dapat tercapai dengan cara yang baik.

Kepada para politisi, ia juga berpesan agar tidak menafsirkan kemarahan rakyat sebagai alat politik. “Politisi harus memahami dampak kebijakan mereka dan tidak mempolitisasi luka yang mereka torehkan,” tegasnya.

Romo Kefas menutup pernyataannya dengan ajakan untuk bersama-sama menjaga kondusifitas bangsa. “Kita harus menjadi bangsa yang kuat dan bersatu, bukan bangsa yang terpecah belah. Dengan begitu, Indonesia dapat menjadi lebih harmonis, setara, dan mencapai kemajuan berkelanjutan,” pungkasnya.

(Catur)