INTERNASIONAL , Baratv.id — Dalam apa yang disebut sebagai eskalasi besar, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim bahwa militer AS telah melancarkan serangan udara terhadap tiga fasilitas nuklir Iran. Pernyataan ini ia sampaikan melalui unggahan di media sosial pada Minggu pagi.

“Kami telah menyelesaikan serangan yang sangat sukses terhadap tiga lokasi nuklir di Iran, termasuk Fordow, Natanz, dan Esfahan,” tulis Trump tanpa menyertakan bukti pendukung.

Ia juga menyatakan bahwa semua pesawat kini telah keluar dari wilayah udara Iran dan bahwa “muatan penuh bom dijatuhkan di lokasi utama, #Fordow.”

Sebelumnya, media Amerika melaporkan bahwa Pentagon sedang memindahkan pesawat pengebom siluman B-2 dari Pangkalan Udara Whiteman di Missouri menuju kawasan Teluk Persia.

Hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi dari otoritas AS terkait serangan tersebut.

Namun, sumber dari Press TV mengabarkan bahwa sistem pertahanan udara Iran di sekitar tiga lokasi nuklir bawah tanah telah diaktifkan. Serangan tersebut, kata sumber itu, berhasil digagalkan meski terdapat kerusakan kecil di bagian luar fasilitas. Ia menambahkan bahwa ketiga lokasi tersebut telah lama dievakuasi, sehingga tidak menimbulkan risiko berarti.

Pernyataan Trump ini muncul setelah pertemuan Dewan Keamanan Nasional AS yang membahas agresi militer Israel terhadap Iran serta potensi keterlibatan militer Washington.

Sebelumnya, Trump menyatakan bahwa keputusan akhir mengenai aksi militer akan dibuat “dalam waktu dua minggu.”

Wall Street Journal melaporkan bahwa Trump telah memberikan persetujuan awal terhadap tindakan militer, namun masih menunggu respons Iran terhadap tuntutan AS untuk menghentikan pengayaan uranium—tuntutan yang telah ditolak oleh Iran.

Menurut para ahli, serangan langsung terhadap situs nuklir Iran merupakan pelanggaran terhadap kedaulatan nasional dan hukum internasional.

Iran telah memperingatkan AS agar tidak terlibat lebih jauh dalam konflik. Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Seyyed Ali Khamenei, dalam pernyataannya pada hari Rabu menegaskan:

“Mereka yang memiliki kebijaksanaan, yang benar-benar memahami Iran, rakyatnya, dan sejarahnya yang panjang, tidak akan pernah berbicara kepada negara ini dengan bahasa ancaman. Iran tidak akan menyerah.”

Ayatollah Khamenei menambahkan bahwa setiap serangan militer AS akan menimbulkan “konsekuensi yang tidak dapat diubah.”

Agresi Israel terhadap Republik Islam dimulai Jumat lalu, dengan dukungan dari Amerika Serikat. Setelah lebih dari seminggu, AS akhirnya disebut telah meresmikan keterlibatannya.

Seorang pejabat Iran yang diwawancarai media lokasi iran menyatakan bahwa Iran kini tengah mempertahankan diri dari agresi Israel dan Amerika, seraya menuding Trump mencoba menciptakan ilusi kemenangan.

“Dengan bergabung dalam perang rezim Israel melawan Iran, AS telah menjadikan dirinya sebagai mitra dalam kejahatan dan membuka kepentingannya di kawasan terhadap pembalasan Iran.”

Pejabat tersebut juga menyebut bahwa seruan AS untuk segera mengakhiri perang merupakan pengakuan atas ketakutan mereka terhadap kekuatan militer Iran serta kegagalan strategi mereka di kawasan.

(Aris)