KABUPATEN TANGERANG, Baratv.id – Pemadaman listrik yang berlangsung selama berjam-jam di wilayah Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, memicu keluhan masyarakat. Selain mengganggu aktivitas sehari-hari, padamnya aliran listrik tanpa pemberitahuan sebelumnya dinilai berdampak langsung terhadap kebutuhan dasar warga yang masih mengandalkan pompa air listrik untuk memenuhi pasokan air bersih dari sumur.
Warga berharap adanya peningkatan kualitas pelayanan dan keterbukaan informasi dari pihak PT PLN (Persero) terkait pemadaman yang terjadi. Menurut masyarakat, informasi yang jelas dan disampaikan lebih awal sangat diperlukan agar warga dapat melakukan antisipasi terhadap berbagai kebutuhan rumah tangga maupun aktivitas usaha.
FWJ Indonesia Minta PLN Kabupaten Tangerang Tingkatkan Profesionalisme Pelayanan
Menanggapi kondisi tersebut, Aris, Sekretaris Wilayah (Sekwil) Forum Wartawan Jaya (FWJ) Indonesia Korwil Kabupaten Tangerang, menyampaikan kritik sekaligus harapannya agar pelayanan kepada pelanggan dilakukan secara lebih profesional dan mengedepankan komunikasi publik yang baik.
“PLN wilayah Kabupaten Tangerang harus bekerja secara profesional. Sebelum dilakukan pemadaman, masyarakat seharusnya mendapatkan informasi terlebih dahulu, baik melalui surat pemberitahuan, media sosial resmi, maupun sarana komunikasi lainnya yang mudah diakses warga,” ujar Aris.
Menurutnya, Kabupaten Tangerang merupakan wilayah dengan jumlah penduduk yang besar serta aktivitas ekonomi yang terus berkembang. Karena itu, setiap gangguan atau pemadaman listrik perlu disertai pemberitahuan yang memadai agar masyarakat tidak mengalami kerugian akibat terhambatnya aktivitas sehari-hari.
Aris juga menyoroti kondisi sebagian warga yang masih menggunakan sumur dengan bantuan mesin pompa air listrik. Ketika terjadi pemadaman dalam waktu lama, masyarakat tidak hanya kehilangan akses listrik, tetapi juga kesulitan memperoleh air untuk kebutuhan rumah tangga.
“Jangan sampai masyarakat menjadi pihak yang dirugikan. Banyak warga yang masih menggunakan pompa air listrik dari sumur. Ketika listrik padam berjam-jam tanpa informasi, kebutuhan dasar masyarakat ikut terganggu,” tegasnya.
Pelanggan Berhak Mendapat Informasi yang Jelas
Lebih lanjut, Sekwil FWJ Indonesia Korwil Kabupaten Tangerang tersebut menilai bahwa pelanggan berhak memperoleh informasi yang transparan terkait penyebab pemadaman maupun estimasi waktu normalisasi jaringan listrik.
Ia membandingkan cepatnya tindakan penertiban terhadap pelanggan yang menunggak pembayaran dengan lambatnya penyampaian informasi saat terjadi gangguan layanan. Menurutnya, keseimbangan antara kewajiban pelanggan dan kualitas pelayanan perusahaan perlu menjadi perhatian bersama.
“Ketika masyarakat terlambat membayar tagihan listrik, tindakan penertiban dapat dilakukan dengan cepat. Maka saat terjadi pemadaman berjam-jam, pelanggan juga berhak mendapatkan penjelasan yang jelas mengenai penyebab dan waktu pemulihan layanan,” katanya.
Harapan Masyarakat
Masyarakat berharap PT PLN (Persero) dapat meningkatkan sistem komunikasi publik, khususnya terkait jadwal pemeliharaan jaringan maupun gangguan yang berpotensi menyebabkan pemadaman listrik. Langkah tersebut dinilai penting untuk meminimalkan dampak yang dirasakan pelanggan dan menjaga kepercayaan publik terhadap pelayanan kelistrikan.
Hingga berita ini ditayangkan, belum terdapat keterangan resmi terkait penyebab pemadaman listrik yang dikeluhkan warga di wilayah Mauk. Masyarakat berharap pasokan listrik dapat kembali normal serta informasi terkait gangguan layanan disampaikan secara terbuka dan tepat waktu.



















