TANGERANG, Baratv.id — Praktik kerja inklusif kembali menjadi sorotan publik setelah dua karyawan tunarungu di Matahari Department Store viral di media sosial. Menariknya, keduanya merupakan saudari kembar yang sama-sama berkarier di perusahaan ritel nasional tersebut.
Hasna Alifah Salsabila dan Hasni Alifah Salsabila mendapat perhatian luas usai video aktivitas kerja mereka beredar dan menuai respons positif dari warganet. Dukungan yang mengalir dinilai sebagai bentuk apresiasi masyarakat terhadap keterbukaan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas.
Saudari Kembar, Sama-sama Tunarungu dan Profesional
Berdasarkan penelusuran di akun TikTok pribadi mereka, Hasna diketahui telah lebih dulu bekerja di Matahari sejak beberapa tahun lalu. Sementara Hasni resmi bergabung pada tahun ini.
Kehadiran keduanya menjadi simbol bahwa penyandang tunarungu memiliki kompetensi dan profesionalitas yang setara di dunia kerja, selama mendapat dukungan sistem yang memadai.
Komitmen Program Teman Difabel
Manajemen Matahari Department Store turut menyampaikan pernyataan resmi melalui akun Instagram perusahaan. Dalam keterangannya, manajemen mengapresiasi dukungan masyarakat terhadap karyawan difabel mereka.
“Kami melihat begitu banyak dukungan dan pesan baik yang diunggah di media sosial terkait Teman Difabel Matahari dalam beberapa hari terakhir. Sungguh berarti bagi kami dan teman-teman difabel di Matahari. Terima kasih,” tulis manajemen.
Sejak 2023, Matahari menjalankan program Teman Difabel sebagai bagian dari komitmen membangun budaya kerja yang inklusif. Program ini menyediakan seragam dan ID card khusus untuk membantu komunikasi dengan pelanggan, pendampingan oleh buddy, serta pelatihan kerja sesuai peran masing-masing.
Manajemen menegaskan bahwa Teman Difabel merupakan komitmen jangka panjang perusahaan dalam menjaga lingkungan kerja yang ramah dan setara.
Pesan Motivasi untuk Komunitas Tunarungu
Dalam video terbaru di akun TikTok mereka, Hasna dan Hasni menyampaikan terima kasih atas dukungan yang diberikan masyarakat.
“Kami mau bilang terima kasih atas dukungannya,” ujar Hasna.
Hasni menambahkan, “Semoga kita terus membuat motivasi untuk semua teman tunarungu yang ada di Indonesia untuk tetap semangat.”
Kisah viral dua karyawan tunarungu ini mempertegas pentingnya kerja inklusif di Indonesia, sekaligus menjadi inspirasi bahwa kesempatan kerja yang setara mampu membuka ruang kontribusi lebih luas bagi penyandang disabilitas.



















