TANGERANG, Baratv.id – Kepala SMAN 25, Heri Herawan, S.Pd., M.M., menyatakan persoalan dugaan pelecehan seksual yang menjadi perhatian publik telah diselesaikan. Namun, ketika Redaksi Baratv.id meminta kesempatan untuk melakukan wawancara langsung, sejumlah hal terkait kronologi kejadian dan bentuk penyelesaian masih memerlukan penjelasan lebih terperinci.

Pernyataan tersebut disampaikan Heri Herawan melalui komunikasi WhatsApp dengan Aris, Redaktur Baratv.id, pada Selasa (13/10/2026).

Dalam percakapan tersebut, kepala sekolah menyampaikan bahwa persoalan itu telah dilaporkan kepada atasannya. Ia juga menyebut klarifikasi sebelumnya telah dilakukan dengan melibatkan sejumlah pihak, termasuk siswa, Kapolsek, dan Camat.

Menurut keterangan Heri, setelah proses tersebut berlangsung, tidak ada lagi tuntutan dari pihak-pihak yang terlibat.

Meski demikian, redaksi masih membutuhkan penjelasan mengenai kronologi kejadian, langkah penanganan yang telah ditempuh, serta bentuk penyelesaian yang dimaksud. Pernyataan bahwa persoalan telah selesai perlu dipahami sesuai konteks dan tidak serta-merta menggantikan kebutuhan untuk memperoleh informasi yang terverifikasi.

Redaksi Meminta Wawancara Langsung

Aris menghubungi Heri Herawan untuk memperkenalkan diri sekaligus meminta waktu bertemu secara langsung. Permintaan tersebut disampaikan agar redaksi dapat memperoleh keterangan lebih lengkap dan menyajikan informasi secara berimbang.

Dalam komunikasi berikutnya, Heri menyampaikan kekhawatiran bahwa pemberitaan negatif yang terus berlanjut dapat memengaruhi kondusivitas kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah.

Kepala sekolah menilai persoalan tersebut telah melalui proses klarifikasi sehingga pemberitaan lanjutan dikhawatirkan berdampak terhadap suasana sekolah.

Heri Herawan, S.Pd., M.M., Kepala SMAN 25 Kabupaten Tangerang. Foto: Gmanews.id.
Heri Herawan, S.Pd., M.M., Kepala SMAN 25 Kabupaten Tangerang. Foto: Gmanews.id.

Kekhawatiran terhadap kondusivitas KBM patut menjadi perhatian. Namun, hal itu tidak menghilangkan kebutuhan untuk melakukan konfirmasi atas persoalan yang telah menjadi perhatian publik, terlebih ketika informasi mengenai kronologi dan penanganannya belum sepenuhnya diperoleh redaksi.

Redaksi menegaskan bahwa permintaan wawancara bukan bertujuan mencari kesalahan atau menyudutkan pihak sekolah. Konfirmasi merupakan bagian dari proses verifikasi jurnalistik untuk memastikan informasi yang disampaikan kepada masyarakat memiliki dasar yang jelas.

Menjaga suasana belajar tetap kondusif dan memenuhi kebutuhan publik terhadap informasi yang akurat semestinya dapat berjalan beriringan. Dalam pelaksanaannya, kepentingan pemberitaan harus tetap memperhatikan perlindungan siswa dan kerahasiaan informasi yang bersifat sensitif.

Sejumlah Pertanyaan Masih Memerlukan Klarifikasi

Hingga berita ini disusun, belum ada kepastian mengenai jadwal wawancara langsung dengan Heri Herawan. Redaksi juga belum memperoleh penjelasan terperinci mengenai bentuk penyelesaian yang disebut telah dilakukan.

Sejumlah hal yang masih perlu diperjelas antara lain kronologi kejadian, pihak-pihak yang terlibat dalam proses penyelesaian, serta langkah perlindungan dan pendampingan bagi siswa yang mungkin terdampak.

Pernyataan bahwa tidak ada lagi tuntutan dari pihak-pihak yang terlibat belum dengan sendirinya menjelaskan keseluruhan proses penanganan. Karena itu, keterangan tambahan dari pihak sekolah dan pihak terkait diperlukan agar masyarakat dapat memahami persoalan secara proporsional tanpa berspekulasi.

Redaksi tidak bermaksud menyimpulkan kesalahan pihak tertentu. Dugaan kejadian tetap harus ditempatkan sebagai dugaan sampai fakta yang relevan diperoleh dan diverifikasi. Setiap pihak juga harus diberikan kesempatan menyampaikan keterangan berdasarkan informasi yang dimilikinya.

FWJI Indonesia Dorong Keterbukaan dan Perlindungan Siswa

Ketua Forum Wartawan Jaya Indonesia (FWJI) Korwil Kabupaten Tangerang, Irawan Sumardi, dimintai tanggapan melalui komunikasi WhatsApp terkait persoalan dugaan pelecehan seksual di lingkungan pendidikan tersebut, khususnya mengenai keterbukaan informasi, fungsi pers, dan perlindungan siswa.

Dalam menanggapi persoalan ini, penting bagi seluruh pihak untuk mengedepankan kehati-hatian agar tidak menimbulkan kesimpangsiuran informasi di tengah masyarakat. Keterangan dari pihak sekolah, pihak yang terdampak, serta pihak terkait lainnya diperlukan untuk memperoleh gambaran yang lebih utuh.

Keterbukaan informasi perlu ditempatkan secara proporsional. Media berkewajiban melakukan verifikasi dan memberikan ruang kepada pihak terkait untuk menjelaskan posisinya. Sementara itu, pihak sekolah juga berhak menyampaikan klarifikasi maupun menggunakan hak jawab apabila terdapat informasi yang dianggap tidak tepat.

Dengan demikian, pemberitaan tidak seharusnya diarahkan untuk menghakimi pihak tertentu, melainkan membantu masyarakat memperoleh informasi yang akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Perlindungan Siswa Harus Menjadi Prioritas

Dalam penanganan dugaan pelecehan seksual di lingkungan pendidikan, perlindungan siswa harus menjadi perhatian utama. Proses klarifikasi perlu dilakukan secara hati-hati dengan menjaga kerahasiaan identitas siswa atau korban serta menghindari penyebaran informasi pribadi yang dapat menimbulkan stigma.

Pihak sekolah dapat menjelaskan langkah penanganan secara umum tanpa membuka informasi sensitif yang dapat mengungkap identitas atau merugikan siswa. Di sisi lain, media wajib mengedepankan verifikasi, akurasi, dan etika jurnalistik.

Seluruh pihak juga perlu menghindari kesimpulan prematur sebelum fakta yang relevan diperoleh dan diperiksa secara memadai. Apabila terdapat proses penanganan yang masih berjalan, pemberitaan harus disusun dengan mempertimbangkan kepentingan terbaik bagi siswa.

Baratv.id Tetap Membuka Ruang Klarifikasi dan Hak Jawab

Baratv.id tetap membuka ruang bagi Heri Herawan, S.Pd., M.M., selaku Kepala SMAN 25, untuk memberikan penjelasan tambahan maupun hak jawab agar pemberitaan dapat disajikan secara akurat dan berimbang.

Redaksi juga membuka kesempatan bagi pihak terkait lainnya untuk menyampaikan informasi yang relevan guna melengkapi pemberitaan ini.

Hingga berita ini disusun, redaksi masih menunggu kesempatan wawancara langsung dengan kepala sekolah untuk memperoleh keterangan lebih lengkap mengenai kronologi, langkah penanganan, dan bentuk penyelesaian persoalan tersebut.

Catatan Redaksi: Berita ini disusun berdasarkan komunikasi WhatsApp antara Redaksi Baratv.id dan kepala sekolah yang diperlihatkan kepada redaksi. Kronologi serta bentuk penyelesaian persoalan masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut. Identitas siswa atau korban tidak dicantumkan demi menjaga privasi dan perlindungan anak.