TANGERANG, Baratv.id — Pada Sabtu, 3 Januari 2026, langit Indonesia akan menyuguhkan fenomena astronomi pertama di tahun ini: Wolf Moon atau Bulan Serigala, bertepatan dengan Supermoon, saat bulan berada di titik terdekatnya dengan Bumi (perigee). Fenomena ini merupakan Supermoon pertama dari dua penampakan di 2026, yang kedua akan hadir pada Desember 2026.
Gabungan purnama dan posisi perigee membuat bulan terlihat sekitar 14% lebih besar dan 30% lebih terang dibandingkan posisi terjauhnya (apogee). Cahaya bulan diperkirakan cukup terang untuk menerangi lanskap malam secara signifikan.
Asal Usul Nama Wolf Moon
Nama Wolf Moon merujuk pada tradisi cerita rakyat di Amerika Utara dan Eropa, yang menandai serigala lebih sering melolong saat musim dingin. Sementara itu, masyarakat adat Assiniboine di Kanada menyebutnya Quiet Moon (Bulan Tenang), dan Old Farmer’s Almanac menamakannya Center Moon, menggambarkan sifat keras bulan tersebut.
Supermoon & Posisi Planet Jupiter
Selain bulan purnama, pengamat langit dapat menyaksikan planet Jupiter tampak sangat dekat dengan bulan. Fenomena ini bisa diamati dengan mata telanjang, namun teropong atau teleskop kecil akan membantu melihat detail permukaan bulan, termasuk kawah dan kontur lain.
Waktu & Cara Mengamati
Pengamatan terbaik disarankan saat bulan baru saja terbit di ufuk timur sesaat setelah matahari terbenam. Efek ilusi bulan membuatnya tampak lebih besar dekat cakrawala. Fenomena ini dapat dinikmati gratis dari halaman rumah, selama cuaca cerah dan tidak tertutup awan.
Jadwal Bulan Purnama 2026
- 3 Januari: Bulan Serigala (Wolf Moon) & Supermoon
- 1 Februari: Bulan Salju
- 3 Maret: Bulan Cacing & Gerhana Bulan Total
- 1 April: Bulan Merah Muda (Pink Moon)
- 1 Mei: Bulan Bunga
- 31 Mei: Bulan Biru (Blue Moon)
- 29 Juni: Bulan Stroberi – Bulan Mikro
- 29 Juli: Bulan Rusa
- 28 Agustus: Bulan Ikan Sturgeon & Gerhana Bulan Sebagian
- 26 September: Bulan Panen
- 26 Oktober: Bulan Pemburu
- 24 November: Bulan Berang-berang
- 23 Desember: Cold Moon & Supermoon
Setelah 4 Januari, fase purnama akan perlahan mengecil menuju bulan baru, menandai awal serangkaian fenomena langit penting di 2026, termasuk gerhana dan konjungsi planet lainnya.
Kesimpulan
Fenomena Wolf Moon 2026 & Supermoon adalah tontonan alam gratis yang mudah diakses oleh masyarakat. Selain memanjakan mata, pengamatan ini juga menjadi kesempatan belajar astronomi dengan cara sederhana namun menakjubkan.



















