TANGERANG, Baratv.id — Gerakan Pemuda Karang Taruna bersama Majelis Ta’lim Roudlotusshibyan menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H/2025 M dengan tema “Meneladani Akhlaq serta Meningkatkan Kecintaan Kita kepada Nabi Muhammad SAW”. Kegiatan berlangsung khidmat pada Jumat malam, 3 Oktober 2025, dan dihadiri antusias warga sekitar.

Rangkaian acara dimulai pukul 19.00 WIB dan dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Qori Ahmad Mukhlis. Penampilan hadroh Ahlul Badar membangkitkan semangat cinta Rasul sebelum puncak acara yang diisi tausiyah oleh penceramah nasional, Kyai Ahmad Alwi Jaka Petir.

Dalam tausiyahnya, Kyai Ahmad Alwi Jaka Petir mengajak generasi muda untuk menjadikan akhlak Rasulullah sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari, terutama menghadapi tantangan moral di era modern.

Feby, Ketua Pemuda Karang Taruna, menegaskan bahwa peringatan Maulid Nabi bukan sekadar seremonial, melainkan momentum menanamkan nilai-nilai luhur kepada generasi muda.

“Kami, Gerakan Pemuda Karang Taruna, berkomitmen menjadikan kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini sebagai ruang kebersamaan, pendidikan moral, sekaligus penguatan ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat. Peringatan ini bukan hanya mengenang kelahiran Rasulullah, tetapi juga mengajak kita semua untuk benar-benar meneladani akhlaknya yang penuh kasih sayang, kejujuran, dan kepedulian terhadap sesama.”

Feby: Maulid Nabi Bukan Seremonial, Tapi Momentum Menanamkan Nilai Luhur ke Generasi Muda"
Feby: Maulid Nabi Bukan Seremonial, Tapi Momentum Menanamkan Nilai Luhur ke Generasi Muda”

Feby menambahkan bahwa pemuda harus menjadi benteng moral untuk mencegah pergaulan bebas, narkoba, dan perilaku menyimpang lain. Melalui kegiatan seperti ini, pihaknya berharap semangat gotong royong, cinta sesama, dan pengabdian kepada masyarakat dapat terus hidup.

“Di era modern ini, pemuda dituntut tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual. Meneladani Rasulullah adalah benteng moral yang dapat menjaga kita dari pergaulan bebas, narkoba, dan perilaku menyimpang lainnya. Melalui kegiatan ini, kami ingin menghidupkan kembali semangat gotong royong, cinta sesama, dan pengabdian kepada masyarakat, sebagaimana diajarkan Nabi Muhammad SAW.”

Warga menyambut acara ini dengan antusias dan berharap tradisi keagamaan semacam Maulid Nabi terus dilestarikan karena selain mempererat tali silaturahmi antarwarga, juga menjadi sarana pendidikan agama yang menyejukkan hati.

Acara ditutup dengan doa bersama, memohon keberkahan dan keselamatan bagi seluruh umat Islam, khususnya masyarakat Sepatan. Ucapan terima kasih disampaikan kepada JJ Musik Profesional atas penampilan luar biasa yang memeriahkan acara.

(Red/Aris)