TANGERANG, Baratv.id – Keluarga korban dugaan aksi tawuran yang menewaskan seorang remaja berinisial M.A.S. terus menanti kepastian hukum atas kasus yang terjadi pada 3 Mei 2026. Didampingi Kuasa Hukum Rudi Anwar, SH, pihak keluarga meminta aparat penegak hukum segera menangkap satu terduga pelaku yang hingga kini masih berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO).

Hampir satu bulan setelah peristiwa tragis tersebut terjadi, keluarga mengaku masih merasakan duka mendalam sekaligus menaruh harapan besar agar seluruh pihak yang terlibat dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Ibu korban mengungkapkan, pada malam kejadian putranya berpamitan untuk keluar bersama sejumlah teman sekitar pukul 20.00 WIB. Saat itu tidak ada tanda-tanda yang membuat dirinya curiga.

Namun seiring berjalannya waktu, rasa khawatir mulai muncul karena sang anak tidak kunjung pulang dan tidak merespons panggilan telepon maupun pesan yang dikirimkan.

“Saya telepon berkali-kali, saya chat terus supaya pulang. Biasanya kalau saya telepon dia selalu angkat, tapi malam itu tidak ada respons sama sekali,” ujar ibu korban.

Kabar Duka Datang Menjelang Subuh

Kekhawatiran keluarga berubah menjadi kepanikan ketika sekitar pukul 03.00 WIB seorang remaja berinisial A mendatangi rumah korban dan meminta ibu korban segera menuju RSUD Kabupaten Tangerang.

Dalam perjalanan menuju rumah sakit, ibu korban mulai menyadari kondisi yang dialami putranya kemungkinan sangat serius setelah melihat pakaian remaja yang mengantarnya dipenuhi bercak darah.

Setibanya di rumah sakit, korban telah mendapatkan penanganan medis dari tim dokter. Menurut keluarga, korban masih sempat sadar dan berkomunikasi dengan ibunya saat menjalani perawatan di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD).

“Dia masih sempat memanggil saya. Saya terus bilang supaya dia kuat dan bertahan,” tuturnya.

Belakangan, keluarga memperoleh informasi bahwa korban diduga menjadi korban aksi tawuran yang melibatkan sejumlah remaja. Korban disebut berada dalam rombongan yang terlibat pada malam kejadian meski bukan pihak yang memiliki permasalahan utama.

Akibat peristiwa tersebut, korban mengalami sejumlah luka yang diduga disebabkan oleh senjata tajam di beberapa bagian tubuh hingga akhirnya meninggal dunia.

Keluarga Soroti Satu Terduga Pelaku yang Masih Buron

Dalam perkembangan penanganan perkara, keluarga menyebut aparat kepolisian telah mengamankan beberapa terduga pelaku. Dua di antaranya masih berstatus anak berhadapan dengan hukum, sementara satu terduga pelaku dewasa menjalani proses hukum secara terpisah.

Meski demikian, keluarga menyoroti masih adanya satu orang yang hingga kini belum berhasil diamankan dan masih masuk dalam daftar pencarian.

“Kejadiannya tanggal 3 Mei. Sekarang sudah hampir satu bulan, tapi masih ada satu orang yang belum tertangkap,” kata ibu korban.

Keluarga berharap proses penyelidikan dan penyidikan dapat berjalan secara transparan, profesional, serta memberikan kepastian hukum bagi seluruh pihak yang terdampak oleh peristiwa tersebut.

Selain itu, terdapat dua saksi yang disebut mengantar korban ke rumah sakit pada malam kejadian. Keterangan keduanya diharapkan dapat membantu mengungkap fakta-fakta yang terjadi di lokasi peristiwa.

Keluarga Korban Harapkan Keadilan

Didampingi Kuasa Hukum Rudi Anwar, SH, keluarga menegaskan bahwa tujuan utama mereka adalah memperoleh keadilan melalui proses hukum yang berjalan sesuai aturan.

Sang ibu mengaku kehilangan yang dialaminya tidak akan pernah tergantikan. Namun ia berharap seluruh pihak yang terlibat dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

“Anak saya sudah tidak ada. Saya hanya ingin keadilan ditegakkan,” ungkapnya.

Hingga saat ini, keluarga juga mengaku belum menerima kunjungan maupun komunikasi langsung dari pihak keluarga terduga pelaku. Mereka berharap penanganan kasus dugaan tawuran yang menyebabkan korban jiwa tersebut dapat segera mencapai titik terang dan memberikan rasa keadilan bagi keluarga yang ditinggalkan.

(Novi)