MUBA, Baratv.id – Polemik perbaikan Jembatan Lalan di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) kian memanas. Sejumlah LSM dan organisasi kemasyarakatan (Ormas) menyatakan siap menggelar aksi demonstrasi besar-besaran apabila tuntutan penghentian sementara aktivitas tongkang batu bara tidak segera direspons.
Desakan tersebut muncul di tengah keluhan masyarakat yang menilai proses perbaikan jembatan berjalan lambat, sementara arus tongkang batu bara di wilayah perairan setempat tetap berlangsung seperti biasa.
Ketua Generasi Muda Peduli Tanah Air (GEMPITA) Muba, Mauzan, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam. Ia menyebut aksi unjuk rasa akan digelar dalam waktu dekat jika tidak ada kebijakan konkret dari pemerintah dan instansi terkait.
“Kami mendesak penghentian sementara tongkang batu bara sebelum perbaikan Jembatan Lalan benar-benar rampung. Jangan sampai kepentingan masyarakat dikorbankan demi aktivitas bisnis,” tegas Mauzan.
Mobilitas Warga Terdampak
Menurutnya, kondisi jembatan yang belum tuntas berdampak langsung terhadap mobilitas warga, distribusi barang, hingga aktivitas ekonomi masyarakat di Kecamatan Lalan dan sekitarnya. Situasi tersebut dinilai berbanding terbalik dengan aktivitas angkutan batu bara yang tetap berjalan.
“Masyarakat sudah lama merasakan dampaknya. Aktivitas ekonomi terganggu, akses transportasi terhambat, tetapi tongkang batu bara tetap hilir mudik. Ini yang memunculkan pertanyaan publik,” ujarnya.
Pernyataan senada disampaikan Fitriandi dari DPD LAN Muba. Ia memastikan rencana aksi tidak bersifat simbolik, melainkan akan digelar di sejumlah titik strategis.
“Kami akan menyampaikan aspirasi langsung ke DPRD Muba, Pemkab Muba, Dinas Perhubungan, hingga Polres. Ini bentuk keseriusan kami menyuarakan kepentingan masyarakat,” kata Fitriandi.
Ujian bagi Pemerintah Daerah
Isu penghentian tongkang batu bara sebelum selesainya perbaikan Jembatan Lalan kini menjadi perhatian publik. Sejumlah pihak menilai pemerintah daerah perlu memberikan penjelasan terbuka terkait progres perbaikan, skema pengawasan lalu lintas sungai, serta langkah mitigasi dampak terhadap masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah daerah terkait tuntutan penghentian sementara aktivitas tongkang batu bara tersebut.
Masyarakat berharap polemik ini segera menemukan solusi yang adil, sehingga perbaikan Jembatan Lalan Muba dapat selesai tepat waktu tanpa mengabaikan kepentingan warga.



















