NTT, Baratv.id — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan terus memantau aktivitas erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Laporan terbaru per 17 Juni 2025 pukul 00.00 UTC menunjukkan kolom abu vulkanik mencapai ketinggian 35.000 hingga 53.000 kaki dengan arah sebaran ke selatan dan barat berkecepatan 20–25 knot.

BMKG bekerja sama dengan Volcanic Ash Advisory Centre (VAAC) Darwin serta menggunakan data satelit Himawari 9 dan pengamatan langsung di lapangan. Status penerbangan ditetapkan Red Alert (Siaga Penuh) sesuai regulasi ICAO.

“BMKG dalam memonitor Volcanic Ash (VA) selalu berkoordinasi dan merujuk pada VAAC Darwin sesuai regulasi ICAO,” bunyi pernyataan resmi BMKG, Rabu (18/6).

15 Bandara Terdampak, Tiga Masih Ditutup

Letusan sempat memengaruhi 15 bandara di NTT dan sekitarnya. Data ASHTAM VAWR 3697 pada 17 Juni pukul 22.30 UTC mencatat, seluruh bandara berada dalam zona terdampak abu vulkanik.

Pada 18 Juni pagi, sebagian besar bandara kembali beroperasi normal, di antaranya:

  • Bandara I Gusti Ngurah Rai – Denpasar
  • Bandara El Tari – Kupang
  • Bandara Komodo – Labuan Bajo
  • Bandara Gewayantana – Larantuka
  • Bandara Frans Sales Lega – Ruteng
  • Bandara Sultan Muhammad Salahuddin – Bima
  • Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin – Sumbawa
  • Bandara Umbu Mehang Kunda – Waingapu
  • Bandara Tambolaka – Sumba

Tiga bandara masih dinyatakan ditutup (closed) karena hasil paper test menunjukkan kontaminasi abu vulkanik:

  • Bandara Fransiskus Xaverius Seda – Maumere
  • Bandara Soa – Bajawa
  • Bandara H. Hasan Aroeboesman – Ende

Arah Abu Masih Meluas

SIGMET BMKG terbaru, 18 Juni pukul 06.55–12.45 WITA, mencatat abu masih menyebar ke:

  • Selatan (intensitas menurun)
  • Timur (intensitas meningkat)
Citra satelit sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Lewotobi per 17 Juni 2025 (Gambar: Dok. BMKG)
Citra satelit sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Lewotobi per 17 Juni 2025 (Gambar: Dok. BMKG)

Aktivitas dinilai masih fluktuatif dan memerlukan kewaspadaan tinggi, terutama bagi dunia penerbangan dan masyarakat sekitar.

Imbauan BMKG

BMKG mengimbau seluruh pihak untuk:

  • Memantau pembaruan informasi resmi secara berkala
  • Melaksanakan prosedur mitigasi dan kesiapsiagaan
  • Menghindari penyebaran informasi yang belum terverifikasi

Langkah antisipatif sangat penting untuk menjaga keselamatan penerbangan dan masyarakat sekitar gunung.

(RED)