NTT, Baratv.id — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan terus memantau aktivitas erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki di Provinsi Nusa Tenggara Timur.
BMKG bekerja sama dengan Volcanic Ash Advisory Centre (VAAC) Darwin serta menggunakan data satelit Himawari 9 dan pengamatan langsung di lapangan. Status penerbangan ditetapkan Red Alert (Siaga Penuh) sesuai regulasi ICAO.
“BMKG dalam memonitor Volcanic Ash (VA) selalu berkoordinasi dan merujuk pada VAAC Darwin sesuai regulasi ICAO,” bunyi pernyataan resmi BMKG, Rabu (18/6).
15 Bandara Terdampak, Tiga Masih Ditutup
Letusan sempat memengaruhi 15 bandara di NTT dan sekitarnya. Data ASHTAM VAWR 3697 pada 17 Juni pukul 22.30 UTC mencatat, seluruh bandara berada dalam zona terdampak abu vulkanik.
Pada 18 Juni pagi, sebagian besar bandara kembali beroperasi normal, di antaranya:
- Bandara I Gusti Ngurah Rai – Denpasar
- Bandara El Tari – Kupang
- Bandara Komodo – Labuan Bajo
- Bandara Gewayantana – Larantuka
- Bandara Frans Sales Lega – Ruteng
- Bandara Sultan Muhammad Salahuddin – Bima
- Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin – Sumbawa
- Bandara Umbu Mehang Kunda – Waingapu
- Bandara Tambolaka – Sumba
Tiga bandara masih dinyatakan ditutup (closed) karena hasil paper test menunjukkan kontaminasi abu vulkanik:
- Bandara Fransiskus Xaverius Seda – Maumere
- Bandara Soa – Bajawa
- Bandara H. Hasan Aroeboesman – Ende
Arah Abu Masih Meluas
SIGMET BMKG terbaru, 18 Juni pukul 06.55–12.45 WITA, mencatat abu masih menyebar ke:
- Selatan (intensitas menurun)
- Timur (intensitas meningkat)

Aktivitas dinilai masih fluktuatif dan memerlukan kewaspadaan tinggi, terutama bagi dunia penerbangan dan masyarakat sekitar.
Imbauan BMKG
BMKG mengimbau seluruh pihak untuk:
- Memantau pembaruan informasi resmi secara berkala
- Melaksanakan prosedur mitigasi dan kesiapsiagaan
- Menghindari penyebaran informasi yang belum terverifikasi
Langkah antisipatif sangat penting untuk menjaga keselamatan penerbangan dan masyarakat sekitar gunung.
(RED)



















