TANGERANG ,Baratv.id — Pemerintah Kabupaten Tangerang bersama TNI dan Polri mulai memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam tahun 2025. Langkah tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang digelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Selasa (16/12/2025).
Rapat koordinasi ini melibatkan berbagai unsur lintas instansi, mulai dari pemerintah daerah, TNI, Polri, hingga dinas teknis terkait. Dari unsur TNI, hadir Danramil 02/Curug Mayor Inf Sudibyo yang menegaskan komitmen TNI dalam mendukung upaya penanggulangan bencana di wilayah Kabupaten Tangerang.
Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Ahmad Taufik, menyampaikan bahwa kesiapsiagaan bencana harus disiapkan sejak tahap perencanaan. Menurutnya, penanganan bencana tidak hanya berfokus pada respons darurat, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia, peralatan, serta sistem koordinasi dan komunikasi antarinstansi.
“Ancaman bencana tidak bisa ditangani oleh satu lembaga saja. Dibutuhkan kerja sama dan kolaborasi agar penanganan di lapangan dapat berjalan cepat dan tepat,” ujar Ahmad Taufik.
Rapat tersebut juga dihadiri Asisten Pemerintahan Kabupaten Tangerang, serta perwakilan dari dinas kesehatan, sosial, pendidikan, perhubungan, dan unsur satuan pengamanan daerah. Dari unsur kepolisian, Polresta Tangerang dan Sat Brimob Polda Banten turut menyatakan kesiapan dalam mendukung personel maupun sarana apabila terjadi kondisi darurat.
Sementara itu, Mayor Inf Sudibyo menyampaikan bahwa TNI siap bersinergi dengan pemerintah daerah dalam penanggulangan bencana. Ia menekankan peran strategis Babinsa di wilayah yang menjadi ujung tombak dalam deteksi dini, pendampingan masyarakat, serta pengamanan wilayah terdampak bencana.
“Kesiapsiagaan harus dimulai dari tingkat paling bawah. Babinsa terus berkoordinasi dengan aparat desa dan instansi terkait agar masyarakat lebih siap menghadapi potensi bencana,” ungkapnya.
Dalam diskusi, peserta rapat menyoroti sejumlah potensi bencana yang kerap terjadi di Kabupaten Tangerang, seperti banjir dan cuaca ekstrem. Selain itu, mekanisme evakuasi, pengelolaan posko pengungsian, serta distribusi bantuan logistik juga dibahas agar pelaksanaannya lebih efektif dan tidak tumpang tindih.
Melalui rapat koordinasi ini, Pemerintah Kabupaten Tangerang berharap seluruh pemangku kepentingan memiliki pemahaman dan langkah yang selaras saat menghadapi situasi darurat. Sinergi antara pemerintah daerah, TNI, dan Polri dinilai menjadi kunci untuk meminimalkan risiko korban jiwa serta dampak sosial akibat bencana.
Rapat kesiapsiagaan ini menjadi bagian dari penyusunan strategi penanggulangan bencana Kabupaten Tangerang tahun 2025, sekaligus penguatan koordinasi lintas sektor demi keselamatan dan keamanan masyarakat.
(Irawan)



















