MUBA, Baratv.id — Musibah banjir kembali melanda wilayah Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) setelah hujan deras di wilayah hulu memicu meluapnya Sungai Air Berau dan Sungai Selaro. Genangan air dilaporkan mencapai hingga satu meter dan merendam kawasan permukiman warga di Dusun 3, Desa Simpang Bayat.

Kondisi tersebut menyebabkan akses jalan desa terputus total dan aktivitas masyarakat lumpuh. Sejumlah titik jalan bahkan terendam hingga setinggi paha orang dewasa, membuat kendaraan tidak dapat melintas dan distribusi kebutuhan warga terhambat.

Akses Terputus, Warga di Simpang Bayat Terisolasi

Banjir yang terjadi sejak intensitas hujan meningkat membuat sejumlah wilayah di Desa Simpang Bayat terisolasi. Warga tidak dapat keluar maupun masuk ke wilayah terdampak karena seluruh jalur utama tergenang air.

Camat Bayung Lencir, Zukar, menyebut kondisi tersebut membutuhkan penanganan cepat di lapangan. Ia menegaskan bahwa bantuan harus segera disalurkan tanpa menunggu akses kembali normal.

“Kami tidak ingin warga menunggu. Begitu akses terputus, bantuan harus sampai hari itu juga, sesuai instruksi langsung Bupati,” ujar Camat Bayung Lencir, Zukar saat meninjau lokasi banjir.

Bantuan Dikirim Door to Door ke Warga Terdampak

Respons cepat dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Muba bersama sektor swasta dengan menyalurkan bantuan langsung ke rumah-rumah warga terdampak. Langkah ini dilakukan karena kondisi jalan tidak memungkinkan untuk distribusi terpusat.

Penyaluran bantuan melibatkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah kecamatan, desa, hingga dukungan perusahaan PT Marga Bara Jaya (MBJ) bersama kontraktor CRBC Norinco Intl KS.

Bupati Musi Banyuasin, HM Toha Tohet, menegaskan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas utama dalam penanganan bencana.

“Dalam kondisi seperti ini, negara harus hadir. Kami memastikan masyarakat tidak dibiarkan menghadapi bencana sendiri,” tegas Bupati Muba, HM Toha Tohet.

Dampak Banjir ke Pertanian dan Aktivitas Industri

Selain merendam permukiman, banjir juga berdampak pada sektor ekonomi masyarakat. Lahan pertanian terancam gagal panen akibat terendam air cukup lama.

Di sisi lain, aktivitas industri juga ikut terdampak. Jalan proyek hauling batubara milik PT MBJ terendam banjir sehingga operasional dihentikan sementara demi keselamatan.

Pihak perusahaan menegaskan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas utama dibanding aktivitas operasional yang dapat ditunda.

Pemantauan dan Pemulihan Masih Berlangsung

Hingga saat ini, debit air dilaporkan mulai berangsur surut, meski sejumlah akses jalan masih belum dapat dilalui kendaraan. Pemerintah daerah terus melakukan pemantauan di lapangan.

Pemkab Muba memastikan akan melanjutkan pendampingan hingga kondisi benar-benar pulih, termasuk mitigasi dampak lanjutan terhadap ekonomi masyarakat, khususnya sektor pertanian di wilayah terdampak.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun warga masih membutuhkan dukungan hingga kondisi kembali normal

Penanganan cepat banjir di Bayung Lencir, Muba menunjukkan pentingnya sinergi pemerintah dan sektor swasta dalam menghadapi bencana. Fokus utama saat ini adalah percepatan pemulihan akses dan pemulihan aktivitas warga secara bertahap.