
Selanjutnya, rombongan mengadakan silaturahmi dengan Mbak Astrid, Wakil Wali Kota Solo. Dalam sambutannya, Mbak Astrid menekankan pentingnya pengembangan UMKM berbasis sumber daya manusia (SDM) unggul, teknologi tepat guna, manajemen inovatif, dan riset perguruan tinggi.
“Pengembangan ketahanan pangan seperti budidaya ayam petelur bisa dikembangkan di Solo dan sekitarnya. LPER juga diharapkan membuka cabang di Solo Raya untuk memperkuat sinergi dengan Pemda dan membina UMKM,” ujar Mbak Astrid optimistis.
Dalam kesempatan itu, Prof. Francisca Sestri, Rektor UNIPI sekaligus Sekjen LPER, menyampaikan bahwa silaturahmi ini merupakan lanjutan dari penandatangan Nota Kesepakatan Kerjasama dengan Universitas Surakarta (UNSA), saat Mbak Astrid menjabat sebagai Rektor.
“Diskusi ini sangat penting, apalagi di tengah masa perekonomian global yang sulit akibat perang dagang. Penguatan UMKM antar negara Asia menjadi kebutuhan mendesak, seperti proyek budidaya melon ekspor ke Jepang yang digagas LPER Semarang,” jelas Prof. Francisca.
Acara ini menjadi istimewa dengan hadirnya lima guru besar dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, antara lain:
- Prof. Francisca Sestri (UNIPI Tangerang)
- Prof. Rahmawati (UNS Surakarta)
- Prof. Srinira (USK Aceh)
- Prof. Nurhayati (UISU Medan)
Dalam kesempatan yang sama, Haryo Tienmar menyatakan,
“Pimpinan LPER berkomitmen untuk mendampingi manajemen UMKM agar lebih produktif dan bisa naik kelas, dari mikro ke kecil hingga menengah.”
Setelah diskusi dan mendengarkan masukan dari Wakil Wali Kota Solo, rombongan melanjutkan kunjungan ke LPER Klaten dan berkesempatan mengunjungi perusahaan Centra Biotech Indonesia milik Drh. Luhur Sediyohadi di Ceper, Kabupaten Klaten.
(Red)



















