BANDUNG, Baratv.id – Suasana pelayanan kesehatan masyarakat dalam kegiatan Puskesmas Keliling di wilayah Posyandu Kelurahan Margasuka, Kota Bandung, mendadak menjadi sorotan setelah terjadi insiden yang melibatkan Lurah Margasuka Darmawansyah dan Kepala UPTD Puskesmas Cibolerang dr. Ira, Selasa (5/5/2026).

Peristiwa tersebut disebut sempat memicu ketegangan di lokasi pelayanan kesehatan dan menarik perhatian warga yang tengah berada di area Posyandu.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden bermula saat Ketua TP PKK Kelurahan Margasuka Regina, yang juga istri Lurah Margasuka, datang ke lokasi kegiatan untuk membicarakan sejumlah program bersama pihak puskesmas.

Namun saat itu, dr. Ira disebut tengah fokus melakukan pemeriksaan pasien dalam agenda pelayanan kesehatan keliling. Kondisi tersebut diduga memicu miskomunikasi di lapangan.

Ketika dimintai keterangan oleh tim peliputan, Regina menjelaskan dirinya berupaya menyampaikan pembahasan program sebelum pemeriksaan pasien berikutnya dimulai.

“Pasien yang diperiksa saat itu sudah berdiri, jadi saya mencoba berbicara karena setelah itu ada keperluan lain,” ujarnya.

Lurah Margasuka Akui Gebrak Meja

Saat dikonfirmasi wartawan, Lurah Margasuka Darmawansyah yang didampingi Bhabinkamtibmas Aiptu Sopa serta Kasi Pemerintahan Kelurahan Margasuka Budi Mulyadi, membenarkan adanya insiden tersebut.

Ia mengakui sempat menggebrak meja di lokasi pelayanan kesehatan.

“Iya, saya dulu yang gebrak meja, biar bu dokternya diam maksudnya,” kata Darmawansyah.

Menurutnya, komunikasi antarlembaga di lapangan seharusnya tetap mengedepankan penghormatan dan koordinasi.

“Kalau dia menghargai saya sebagai lurah baru, sesibuk apa pun orang, apalagi kita levelnya setara, setidaknya dia sapa saya,” tambahnya.

Darmawansyah juga menilai hubungan kerja antara pihak kelurahan dan puskesmas memiliki keterkaitan erat dalam pelayanan masyarakat.

“Apalagi kalau kita sama-sama di lapangan, kita sama-sama butuh. Tapi jujur, kebanyakan puskesmas juga banyak membutuhkan kelurahan karena kami punya kader Posyandu dan lain-lain,” ujarnya.

dr. Ira Tegaskan Tetap Fokus Layani Pasien

Di sisi lain, Kepala UPTD Puskesmas Cibolerang dr. Ira memberikan penjelasan berbeda saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (12/5/2026).

Ia menyebut saat kejadian sekitar pukul 09.30 WIB dirinya sedang memulai pemeriksaan pasien pertama dalam kegiatan Puskesmas Keliling ketika Ketua TP PKK datang dan langsung mengajak berbicara terkait program.

Menurut dr. Ira, dirinya memilih tetap fokus terhadap pemeriksaan pasien demi menjaga profesionalisme pelayanan kesehatan.

Ia juga menyampaikan bahwa sejumlah staf sempat mengulurkan tangan untuk berjabat tangan, namun disebut ditolak karena masih menggunakan sarung tangan medis.

Situasi kemudian berkembang menjadi adu argumen sebelum akhirnya Lurah Margasuka masuk ke ruang pemeriksaan dan menggebrak meja.

dr. Ira juga membantah anggapan dirinya bersikap tidak ramah terhadap pihak kelurahan.

“Ketemu aja baru pertama, kenapa harus judes? Jadi jelas tidak ada masalah lain sebelumnya,” ujarnya.

Ia menegaskan selama hampir sembilan tahun bertugas di wilayah tersebut belum pernah mengalami persoalan serupa.

“Alhamdulillah, saya sembilan tahun dinas di sini belum pernah ribut,” ucapnya.

Menurut dr. Ira, prosedur pemeriksaan pasien seharusnya dilakukan dalam ruang khusus guna menjaga konsentrasi tenaga medis sekaligus melindungi kerahasiaan pasien.

“Sebetulnya kami punya rahasia jabatan. Dalam prosedur pemeriksaan pasien harus ada ruangan khusus agar tidak terganggu dan meminimalisir kesalahan diagnosis, penginputan data maupun pemberian resep,” terangnya.

Puskesmas Siap Bangun Koordinasi dengan Kelurahan

Meski terjadi insiden tersebut, UPTD Puskesmas Cibolerang menegaskan tetap terbuka untuk membangun koordinasi dan membahas program pelayanan kesehatan bersama pihak kelurahan.

“Bukan kami tidak ingin membicarakan program. Namun saya meminta di waktu dan kondisi yang tepat. Mau saya diundang ke kelurahan atau diperintah pun, saya siap demi kepentingan kesehatan masyarakat,” tandas dr. Ira.

Insiden di kegiatan Puskesmas Keliling Margasuka ini menjadi perhatian publik karena menyangkut pelayanan kesehatan masyarakat dan hubungan koordinasi antarinstansi di tingkat kewilayahan.

(Tim/Baratv.id)