LEBAK, Baratv.id – Aksi demonstrasi mahasiswa Lebak yang digelar di Pendopo Bupati, Senin (2/3/2026), berujung ricuh setelah ratusan massa memaksa masuk ke area rumah dinas. Mereka menuntut Bupati Lebak, Hasbi Jayabaya, hadir langsung untuk memberikan penjelasan atas berbagai persoalan daerah dalam satu tahun masa kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Lebak, Amir Hamzah.
Aksi yang dimotori aliansi mahasiswa tersebut merupakan bentuk evaluasi terhadap satu tahun pemerintahan Hasbi–Amir. Massa menyuarakan kekecewaan atas sejumlah persoalan yang dinilai belum tertangani maksimal, mulai dari infrastruktur jalan rusak, sektor pendidikan, layanan kesehatan, tingginya angka kemiskinan, hingga persoalan rumah tidak layak huni (RTLH) di Kabupaten Lebak.
Situasi mulai memanas ketika sebagian mahasiswa merangsek masuk ke area pendopo dengan melompati pagar pembatas. Aparat dari Kepolisian dan Satpol PP Kabupaten Lebak yang berjaga langsung melakukan pengamanan dan pengejaran terhadap massa yang berhasil masuk ke dalam halaman.
Ketegangan di Dalam Pendopo
Ketegangan meningkat saat massa lain di luar pagar ikut menerobos masuk. Di dalam area pendopo sempat terjadi adu mulut antara mahasiswa dan sejumlah pejabat pemerintah daerah yang berada di lokasi.
Sebagai bentuk protes simbolik, massa aksi menyegel rumah dinas bupati menggunakan baleho berisi kritik terhadap kepemimpinan Hasbi Jayabaya dan Amir Hamzah. Baleho tersebut dibentangkan di depan pendopo sebagai penegasan tuntutan agar bupati menemui mahasiswa secara langsung.
Aksi penyegelan itu menjadi perhatian aparat serta warga yang berada di sekitar lokasi. Pengamanan diperketat untuk mencegah eskalasi lebih lanjut.
Tuntutan Mahasiswa
Koordinator aksi, Musail, menegaskan bahwa mahasiswa menginginkan dialog terbuka dengan bupati. Ia menyebut banyak janji yang disampaikan kepada publik belum dirasakan dampaknya oleh masyarakat.
“Kita fokus, bupati harus datang. Karena kami sudah tidak percaya lagi dengan janji-janji itu,” tegas Musail di hadapan Wakil Bupati Lebak, Amir Hamzah.
Menurutnya, klaim sebagai bupati muda dengan semangat perubahan harus dibuktikan melalui kebijakan nyata dan terukur.
“Pak Bupati sering menyampaikan bahwa beliau masih muda dan siap membangun Lebak. Tapi mana bukti nyata dari semangat itu?” ujarnya dalam orasi.
Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan
Aksi mahasiswa ini menjadi sorotan publik sebagai refleksi satu tahun kepemimpinan Pemerintah Kabupaten Lebak. Sejumlah kalangan menilai peristiwa ini merupakan sinyal kuat agar pemerintah daerah lebih responsif terhadap persoalan mendasar yang dihadapi masyarakat.
Hingga aksi berakhir, mahasiswa tetap bertahan menunggu kehadiran Bupati Lebak, Hasbi Jayabaya, untuk memberikan jawaban langsung atas tuntutan yang disampaikan. Situasi di sekitar Pendopo Bupati Lebak berangsur kondusif dengan pengawalan aparat keamanan.



















