TANGERANG, Baratv.id — Proyek peningkatan kualitas prasarana, sarana, dan utilitas (PSU) permukiman di Desa Klebet, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang, menuai sorotan tajam. Hasil pantauan di lapangan menemukan sejumlah kejanggalan dalam pelaksanaan pekerjaan yang menggunakan anggaran dari APBD Provinsi Banten Tahun 2025.
Temuan Lapangan
- Pemasangan kansteen tidak sesuai spesifikasi — Kansteen dipasang tanpa penggalian pondasi dan adukan mortar. Sebagian hanya diletakkan di atas tanah sehingga rawan bergeser atau amblas.
- Paving lama tidak dibongkar — Paving block eksisting dibiarkan, hanya ditutup dengan agregat baru. Hal ini melanggar metode kerja standar dan mengurangi daya tahan jalan.
- Agregat asal-asalan — Material agregat bercampur tanah dan tidak memiliki gradasi sesuai standar SNI, berpotensi membuat jalan cepat bergelombang dan rusak.
- Keselamatan kerja terabaikan — Pekerja tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) seperti helm, rompi, dan sepatu safety, sehingga melanggar aturan K3 dan membahayakan keselamatan kerja.

Sorotan FWJI
Sekwil FWJI Korwil Kabupaten Tangerang, Aris, mengkritisi pelaksanaan proyek yang dinilai jauh dari standar kualitas.
“Proyek ini menggunakan anggaran dari APBD Provinsi Banten Tahun 2025, yang berasal dari pajak rakyat. Kalau dikerjakan asal-asalan seperti ini, jelas masyarakat yang akan menanggung kerugian,” tegas Aris.
Ia menekankan, kualitas pekerjaan yang rendah dapat menyebabkan infrastruktur cepat rusak sehingga manfaatnya tidak dirasakan optimal oleh warga.
“Kami mendesak Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi Banten untuk segera turun tangan, melakukan evaluasi, dan menindak tegas kontraktor yang nakal. Uang rakyat tidak boleh terbuang percuma,” pungkasnya.
Data Proyek
Diketahui, proyek dengan nomor kontrak 600/SPK.0750.UPPSU/DPPKP-PSP/DPKP-Banten/3/2025 ini menelan anggaran sebesar Rp188,6 juta dengan waktu pelaksanaan 60 hari kalender. Adapun kontraktor pelaksana proyek adalah CV Cahaya Mastari.
Upaya Konfirmasi
Sampai berita ini diturunkan, pihak kontraktor CV Cahaya Mastari masih sulit untuk dikonfirmasi terkait dugaan temuan di lapangan yang disampaikan oleh awak media.
(Red)



















